Senin, 14 November 2016

Regangan Ruang



REGANGAN RUANG

      Regangan ruang merupakan besarnya regangan pada struktur senyawa kimia yang berbentuk  siklik untuk menunjukan besarnya regangan ruang dari cincin sikliknya tersebut. Menurut  seorang ahli kimia jerman, Adolf Von Baeyer semua senyawa siklik (kecuali siklopetana) mengalami ragangan karena terjadinya penyimpangan dari sudut ikatan tetrahedal. Makin besar penyimpangan dari sudut ikatan tetrahedral maka makin besar regangannya, yang berakibat makin reaktif pula. Senyawa yang memiliki sudut ikatan 180 hampir sama dengan sudut tetrahedral yaitu 109,5 merupakan senyawa yang paling stabil dan memiliki kereaktisitas tinggi contohnya pada siklopropana kereaktifitasannya meningkat hingga sikloheksana. Contoh lainnya yaitu siklik propana yang mempunyai sudut ikatan 60 dan siklo butana 90 lebih reaktif dibandingkan propana dan butana. (http://zulfamutyrakhela.blogspot.co.id/)
           Selain itu juga bayer beranggapan bahwa sikloalkana memiliki cincin datar, dimana semua cincin-cincin datar tersebut mengalami regangan karena sudut ikatannya yang menyimpang dari sudut tetrahedral 109.5o  terkecuali siklopentana yang bersifat stabil sehingga cincin-cincin datar yang menyimpang akan mudah putus. (http://berkhidmahtholabulilmi.blogspot.co.id/2014/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html)
Berikut ini merupakan tabel data mengenai regangan ruang :
                         
     Berikut ini merupakan salah satu contoh senyawa kimia yang dapat mengalami regangan ruang yaitu sikloalkana yang struktur kimianya sebagai berikut :
                                  
Sikloalkana merupakan hidrokarbon jenuh dengan rantai atom-atom karbon-karbon yang tertutup (membentuk cincin), sehingga termasuk hidrokarbon siklik. Sifat  sikloalkana sangat mirip dengan alkana (hidrokarbon alifatik), maka sikloalkana dikategorikan sebagai hidrokarbon alisiklik. Rumus umum sikloalkana CnH2n. Pada senyawa silkoalkana inilah kestabilan (ketidakreaktifan)  dijelaskan dengan  “teori regangan Baeyer” dimana sikloalkana membentuk cincin datar apabila sudut ikatan dalam senyawa menyimpang dari sudut tetrahedral sehingga molekulnya mengalami regangan. Makin besar penyimpangannya terhadap sudut ikatan tetrahedral, molekulnya makin regang, dan berakibat molekul tersebut makin reaktif. Sikloalkana memiliki kereaktifan sama dengan alkana kecuali untuk sikloalkana yang sangat kecil -khususnya siklopropana. Dapat dilihat pada gambar :

                                   
        siklopropana lebih reaktif karena pada keadaan Normalnya, apabila karbon membentuk empat ikatan tunggal, maka sudut-sudut ikatannya adalah sekitar 109,5°. Pada siklopropana sudut ini sebesar 60°. Dalam usaha mengurangi regangan agar diperoleh kestabilan, molekul sikloalkana mengalami konformasi. (http://mychemicaldream.blogspot.co.id/2012/09/sikloalkana.html)
konformasi pada molekul sikloalkana (sikloheksana) :

                 

Konformasi sikloheksana yang paling stabil adalah konformasi kursi karena sudutnya mendekati 109,5. Konformasi selain kursi cenderung tidak stabil karena tidak mendekati sudut tetrahedral.
Apabila suatu sikloalkana mengikat substituen pada dua atau lebih atom karbon, maka terjadi isomer cis-trans. Salah satu contohnya adalah pada 1,2-dimetilsiklopentana. Berikut gambar strukturnya :
                      
Dalam penggambaran strukturnya, cincin siklopentana digambarkan sebagai segilima datar, dengan ketentuan bila kedua substituennya terletak pada sisi yang sama dari bidang cincin dinamakan isomer cis, sedangkan bila berseberangan dengan bidang cincin dinamakan isomer trans. (https://www.google.com/search?q=siklopropana+dan+sikloheksana&biw=1366&bih=667&source=lnms&tbm=ischsa=Xved=0ahUKEwiTvr7V9afQAhWHsI8KHbW2DLAQ_AUIBigB#imgrc=209pSIBdV0hkEM%3A)
Apabila suatu molekul dengan rantai terbuka maka atom-atomnya memiliki peluang untuk melakukan penataan  dalam suatu ruang yang tak terhingga agar mencapai kestabilan yaitu menyamai sudut tetrahedral. Pengaturan posisi atom yang berbeda-beda diakibatkan oleh rotasi ini disebut konformasi. Contohnya :
      DAFTAR PUSTAKA   
 
 

7 komentar:

  1. terima kasih atas materinya, bagimana regangan ruang pada senyawa siklobutana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih pertanyaannya,,
      regangan ruang yang terjadi pada molekul siklo butana besar dikarenakan penyimpangan yang terjadi untuk menjauhi sudut tetrahedral juga besar.

      Hapus
  2. Penjelasan yg sangat bagus, disini saya punya pertanyaan. Bagaimana regangan yang terjadi pada siklo alkana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. teimakasih atas pertanyaanya..
      Pada senyawa silkoalkana kestabilan (ketidakreaktifan) dijelaskan dengan “teori regangan Baeyer” dimana sikloalkana membentuk cincin datar apabila sudut ikatan dalam senyawa menyimpang dari sudut tetrahedral sehingga molekulnya mengalami regangan. Makin besar penyimpangannya terhadap sudut ikatan tetrahedral, molekulnya makin regang, dan berakibat molekul tersebut makin reaktif.

      Hapus
  3. Terimakasih banyak informasi materi nya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Terimakasih banyak informasi materi nya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Terimakasih.. Sangat membantu saya dalam mendapatkan penjelasan mengenai materi ini

    BalasHapus