GUGUS FUNGSIONAL
Gugus fungsional merupakan suatu kelompok gugus khusus yang terdapat
dalam atom suatu molekul yang berperan
dalam karakteristik reaksi kimia didalam molekul tersebut. Gugus fungsional ini
menyebabkam suatu senyawa memiliki reaksi kimia yang sama atau mirip apabila
terdapat gugus fungsi yang terikat sama. Dalam artian Gugus fungsi merupakan
bagian aktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat-sifat senyawa karbon
tersebut. [1]
Gugus fungsi dapat berupa ikatan karbon rangkap dua, ikatan karbon
rangkap tiga, dan atom/ gugus atom. Meskipun senyawa-senyawa karbon mempunyai
unsur dasar sama yaitu karbon, tetapi sifat-sifatnya jauh berbeda satu dengan
yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh gugus fungsi yang diikat berbeda.
Senyawa-senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional yang sama dapat dikelompokkan
dalam satu golongan. [2]
Penggolongan senyawa organik ini berdasarkan atas gugus fungsi yang
dimilikinya, selain itu juga gugus fungsi ini dapat menentukan kereaktifan dari
senyawa karbon yang mengikatnya. Berikut
ini merupan penggolongan senyawa berdasarkan gugus fungsi yang mengikatnya :
Berikut ini apabila dibuat dengan ikatan kimianya :
1.
Alkana dan
alkil
Alkana
merupakan senyawa hidrokarbon paling sederhana yang terdiri dari atom hidrogen
H dan atom karbon C yang dihubungkan oleh satu ikatan tunggal antara atom-atom
karbonnya. ikatan antara masing masing hidrokarbon ini membentuk tetradedral. Alkana
merupakan senyawa nonpolar dan hanya memiliki ikatan-ikatan sigma yang kuat.
Alkana dapat bereaksi dengan oksigen dan halogen pada kondisi tertentu. rumus
empiris dari alkana CnH2n+2. Reaksi pada alkana :
·
Oksidasi
CH4
+ 2 O2 → CO2 + 2H2O + panas
· Halogenasi
CH4
+ Cl2 → CH3Cl + HCl
·
Nitrasi
CH3CH2CH3
+ HNO3 → CH3CH2CH2NO2 + CH3CH(NO2)CH3
· Sulfonasi
R-H + HO-SO3H → RSO3H
+ H2O
2.
Alkena ( CnH2n )
Alkena
merupakan senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh karena memiliki ikatan rangkap dua. Gugus
fungsi alkena dapat digambarkan sebagai – C = C –.[3] Hidrokarbon alifatik tak jenuh dapat juga
mengandung lebih dari satu ikatan rangkap, sebagai contoh adalah senyawa
alkadiena.
Tata Nama Alkena
·
Nama IUPAC Alkena
Menurut aturan IUPAC, alkena berasal dari alkana
yang berakhiran -ana menjadi alkena yang berakhiran -ena. Pemberian angka 1 dan
2 di depan nama pentena tersebut tentu saja merujuk pada posisi ikatan rangkap
dua dalam senyawa. Karbon-karbon dalam alkena yang rumit dinamai sedemikian
rupa sehingga karbon yang berikatan rangkap dinomori dengan nomor yang paling
rendah.
·
Nama Trivial Alkena
Nama trivial adaah nama umum yang diberikan
kepada beberapa struktur khusus alkena. Sebagai contoh, etena mempunyai nama
trivial etilena; propena mempunyai nama trivial propilena; dan 2-metilpropena
mempunyai nama trivial isobutilena.
3.
Alkuna
Alkuna merupakan golongan hidrokarbon alifatik
yang memiliki gugus fungsi ikatan ganda 3 yaitu ikatan tak jenuh antara karbon
dengan karbon (-C≡C-). Ikatan ganda ini tingkat ketidakjenuhannya lebih tinggi
dibandingkan dengan ikatan rangkap sehingga menyebabkan golongan alkuna
memiliki peranan khusus dalam sintesis senyawa organik. Alkuna tidak larut
dalam air, namun cukup larut dalam pelarut organik seperti benzena, eter, dan
karbon tetraklorida. Untuk titik leleh dan titik didih alkuna semakin tingga
masa molekul maka titik didih dan titik lelehnya semakin tinggi. [4]
4. Alkohol
Alkohol merupakan senyawa
karbon dengan gugus fungsi hidroksil (-OH). Alkohol juga bisa dianggap alkana
dengan mensubstitusikan satu atom H dengan gugus –OH. Rumus umum dari alkohol
yaitu R-OH atau CnH2n+1OH.[2]
Aturan tata
nama alkohol menurut IUPAC adalah sebagai berikut:
·
Ambil
rantai paling panjang yang mempunyai gugus hidroksi (-OH). Nama induk alkohol
berasal dari nama alkana pada panjang rantai yang sama dengan menggantikan
akhiran -a menjadi akhiran -ol. Perhatikan rumus struktur propanol:
·
Urutkan
rantai induk sehingga atom karbon yang mengikat gugus hidroksi mempunyai nomor
sekecil mungkin. Letakkan posisi gugus hidroksi di depan nama induk.[4]
Berikut ini gambar gugus fungsi dari alkohol :
Alkohol
mempunyai gugus polar yaitu hidroksi (-OH) yang bersifat hidrofilik dan juga gugus
nonpolar yaitu gugus alkil (-R) yang bersifat lipofilik. gugus -OH, alkohol
mampu membentuk ikatan hidrogen pada dirinya sendiri, alkohol lain, molekul
netral, maupun anion.[4]
5.
Eter
Eter merupakan golongan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, dan O dengan
rumus umum R-O-R'. Eter berdasarkan
aturan IUPAC yaitu alkoksi alkana, dianggap sebagai turunan alkana, mempunyai
rumus umum R-O-R’ atau CnH2n+2O. Gugus R=R’ disebut eter sederhana, sedangkan R disebut
eter majemuk.[2]
Eter juga bersifat tidak terlalu reaktif. Dengan kata lain, eter hanya
dapat mengalami reaksi khusus. Eter dan alkohol adalah isomeri gugus fungsi dalam arti keduanya mempunyai rumus molekul yang sama
tetapi gugus fungsinya berbeda. [4]
Berikut ini gambar gugus fungsi dari eter :
6.
Aldehid dan Keton
Aldehid
merupakan singkatan dari alkohol dehidrogenatus. Aldehid dapat
diperoleh dengan jalan oksidasi alkohol primer Senyawa ini dianggap turunan
dari alkana sehingga disebut alkanal dan mempunyai rumus umum CnH2nO.[2] Aldehida dan keton merupakan dua golongan senyawa
organik yang mengandung unsur C, H, dan O. Kedua golongan senyawa ini mempunyai
gugus fungsi C=O, oleh karena itu, di antara keduanya terdapat beberapa
persamaan sifat. Gugus aldehid dan keton :
Rumus umum
aldehida adalah R-CHO dan untuk keton adalah R-C(=O)R'. Titik didih golongan Aldehid dan Keton lebih tinggi
dibandingkan dengan alkena karena
adanya gaya tarik menarik dipol-dipol yang lebih kuat. Selain itu juga Aldehida dan keton merupakan senyawa polar. Perbedaan elektronegativitas antara atom
penyusun gugus karbonil (atom C dan O) sangatlah besar. [4]
7. Asam karboksilat
dan Ester
Senyawa ini dianggap turunan alkana dan diberi nama asam alkanoat atau asam alkana karboksilat. [2] Asam karboksilat merupakan senyawa karbon yang mempunyai gugus karboksil – COOH. Karboksil yaitu gugus karbonil (-CO-) dan gugus hidroksil (-OH). Asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karbonil (-COOH ), Asam-asam dikarboksilat diberi nama dengan menambahkan dioat pada nama alkana untuk rantai atom karbon terpanjang yang mengandung kedua gugus karboksil. [4]
Berikut ini gambar gugus fungsi dari asam karboksilat :
Ester dibuat dari asam dan alkohol. Reaksi pembentukan
ester disebut esterifikasi. Ester memiliki
rumus umum CnH2nO2 atau R-COO-R’. Nama IUPAC dari ester adalah alkil
alkanoat.
Nama
ester diawali dengan nama alkil dari alkohol diikuti nama asam asalnya (alkil
alkanoat). Berikut ini
gambar gugus fungsi dari ester :
Sifat
Ester yaitu :
·
Banyak ester dari alkohol suku rendah
dengan asam karboksilat suku rendahnya berbau jharum / buah sehingga digunakan
sebagai essence dan parfum.
·
Lebih mudah menguap dibandingkan alkohol
dan asamnya, sedikit larut dalam air.
·
Ester bereaksi dengan air (hidrolisis). [3]
DAFTAR PUSTAKA
trimakasih atas informasinya, sangat bermanfaat.Tapi saya ingin bertanya untuk senyawa alkohol sendiri apakah fungsinya bagi kehidupan masyarakat ??
BalasHapustrimakasih atas pertanyaannya. saya akan mencoba menjawab pertanyaannya. alkohol sangat berguna bagi masyarakat seperti . Etanol digunakan sebagai bahan antiseptik, pelarut parfum, bahan bakar, dan campuran minuman keras. kemudian Campuran antara metanol dan metilen biru membentuk spiritus untuk bahan bakar. alkohol juga dapat dijadikan sebagai pengawet dibidang medis sebagai pengganti formalin. trimakasih :)
Hapusterimakasih atas materi yang diberikan. Saya ingin bertanya, bagaimana mengenai sifat dari asam karboksilat ya? terimakasih
BalasHapustrimakasih atas pertanyaannya, untuk sifat dari asam karboksilat sendiri yaitu Berupa zat cair tidak berwarna, berbau merangsang dan jika terkena kulit akan melepuh.Karena mengandung gugus aldehid, asam format dapat bereaksi dengan reagen Tollens maupun Fehling. selain itu juga asam karboksilat mudah dioksidasi membentuk gas CO2 dan H2O. trimakasih :)
Hapusterimakasih atas informasinya, sangat mebantu sekali
BalasHapussyukurlah, semoga bermanfaat :)
Hapus