REGANGAN RUANG
Regangan
ruang merupakan besarnya regangan pada struktur senyawa kimia yang
berbentuk siklik untuk menunjukan
besarnya regangan ruang dari cincin sikliknya tersebut. Menurut seorang ahli kimia jerman, Adolf
Von Baeyer semua senyawa siklik (kecuali siklopetana) mengalami
ragangan karena terjadinya penyimpangan dari sudut ikatan tetrahedal. Makin
besar penyimpangan dari sudut ikatan tetrahedral maka makin besar regangannya,
yang berakibat makin reaktif pula. Senyawa yang memiliki sudut ikatan 180
hampir sama dengan sudut tetrahedral yaitu 109,5 merupakan senyawa yang paling
stabil dan memiliki kereaktisitas tinggi contohnya pada siklopropana
kereaktifitasannya meningkat hingga sikloheksana. Contoh lainnya yaitu siklik
propana yang mempunyai sudut ikatan 60 dan siklo butana 90 lebih reaktif
dibandingkan propana dan butana. (http://zulfamutyrakhela.blogspot.co.id/)
Selain itu juga bayer beranggapan
bahwa sikloalkana memiliki cincin datar, dimana semua cincin-cincin datar
tersebut mengalami regangan karena sudut ikatannya yang menyimpang dari sudut
tetrahedral 109.5o terkecuali siklopentana yang bersifat
stabil sehingga cincin-cincin datar yang menyimpang akan mudah putus. (http://berkhidmahtholabulilmi.blogspot.co.id/2014/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html)
Berikut ini merupakan tabel data mengenai regangan
ruang :
Berikut ini
merupakan salah satu contoh senyawa kimia yang dapat mengalami regangan ruang
yaitu sikloalkana yang struktur kimianya sebagai berikut :
Sikloalkana merupakan
hidrokarbon jenuh dengan rantai atom-atom karbon-karbon yang tertutup
(membentuk cincin), sehingga termasuk hidrokarbon siklik. Sifat sikloalkana sangat mirip dengan alkana
(hidrokarbon alifatik), maka sikloalkana dikategorikan sebagai hidrokarbon
alisiklik. Rumus umum sikloalkana CnH2n. Pada senyawa
silkoalkana inilah kestabilan (ketidakreaktifan) dijelaskan dengan “teori regangan Baeyer” dimana sikloalkana
membentuk cincin datar apabila sudut ikatan dalam senyawa menyimpang dari sudut
tetrahedral sehingga molekulnya mengalami regangan. Makin besar penyimpangannya
terhadap sudut ikatan tetrahedral, molekulnya makin regang, dan berakibat
molekul tersebut makin reaktif. Sikloalkana memiliki kereaktifan sama dengan alkana
kecuali untuk sikloalkana yang sangat kecil -khususnya siklopropana. Dapat dilihat
pada gambar :
siklopropana lebih reaktif karena pada
keadaan Normalnya, apabila karbon membentuk empat
ikatan tunggal, maka sudut-sudut ikatannya adalah sekitar 109,5°. Pada
siklopropana sudut ini sebesar 60°. Dalam
usaha mengurangi regangan agar diperoleh kestabilan, molekul sikloalkana
mengalami konformasi. (http://mychemicaldream.blogspot.co.id/2012/09/sikloalkana.html)
konformasi pada molekul sikloalkana (sikloheksana) :
Konformasi sikloheksana yang paling stabil
adalah konformasi kursi karena sudutnya mendekati 109,5. Konformasi selain
kursi cenderung tidak stabil karena tidak mendekati sudut tetrahedral.
Apabila suatu sikloalkana mengikat substituen pada dua atau lebih
atom karbon, maka terjadi isomer cis-trans. Salah satu contohnya adalah pada
1,2-dimetilsiklopentana. Berikut gambar strukturnya :
Dalam penggambaran strukturnya,
cincin siklopentana digambarkan sebagai segilima datar, dengan ketentuan bila
kedua substituennya terletak pada sisi yang sama dari bidang cincin dinamakan
isomer cis, sedangkan bila berseberangan dengan bidang cincin dinamakan isomer
trans. (https://www.google.com/search?q=siklopropana+dan+sikloheksana&biw=1366&bih=667&source=lnms&tbm=ischsa=Xved=0ahUKEwiTvr7V9afQAhWHsI8KHbW2DLAQ_AUIBigB#imgrc=209pSIBdV0hkEM%3A)
Apabila suatu
molekul dengan rantai terbuka maka atom-atomnya memiliki peluang untuk
melakukan penataan dalam suatu ruang
yang tak terhingga agar mencapai kestabilan yaitu menyamai sudut tetrahedral.
Pengaturan posisi atom yang berbeda-beda diakibatkan oleh rotasi ini disebut
konformasi. Contohnya :
DAFTAR PUSTAKA
terima kasih atas materinya, bagimana regangan ruang pada senyawa siklobutana ?
BalasHapustrimakasih pertanyaannya,,
Hapusregangan ruang yang terjadi pada molekul siklo butana besar dikarenakan penyimpangan yang terjadi untuk menjauhi sudut tetrahedral juga besar.
Penjelasan yg sangat bagus, disini saya punya pertanyaan. Bagaimana regangan yang terjadi pada siklo alkana?
BalasHapusteimakasih atas pertanyaanya..
HapusPada senyawa silkoalkana kestabilan (ketidakreaktifan) dijelaskan dengan “teori regangan Baeyer” dimana sikloalkana membentuk cincin datar apabila sudut ikatan dalam senyawa menyimpang dari sudut tetrahedral sehingga molekulnya mengalami regangan. Makin besar penyimpangannya terhadap sudut ikatan tetrahedral, molekulnya makin regang, dan berakibat molekul tersebut makin reaktif.
Terimakasih banyak informasi materi nya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih banyak informasi materi nya, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih.. Sangat membantu saya dalam mendapatkan penjelasan mengenai materi ini
BalasHapus