TOTAL SYNTHESIS OF (±)-EUSIDERIN K
AND (±)-EUSIDERIN J
Eusiderin merupakan
neolignan yang terbentuk dari kopling antara unit aril propanoid pada posisi β
dengan posisi lainnya. Elusiderin merupakan jenis produk alami yang mengandung
cincin 1,4 benzodioxan dan memiliki sifat sitotoksik, hepatoprotektif, dan
aktivitas biologis. Eusiderin ini terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya
yaitu Eusiderin F, Eusiderin K, Eusiderin J, Eusiderin G dan Eusiderin M.[ 1,2,3,4,5,6]
(±)-Eusiderin E, (±)-Eusiderin F, (±)-Eusiderin K, (±)-Eusiderin J, (±)-Eusiderin M and (±)-Eusiderin G dapat disintesis dari pyragollol, dan
menggunakan penataan ulang Claisen dari 2 senyawa penting yaitu unit C6-C3. (jing,
et. al, 2004).
Berikut ini merupakan beberapa jenis struktur
dari elusiderin :
Dari ke enam jenis senyawa eusiderin
ini akan dibahas sintesis total dari 2 jenis senyawa eusiderin yakni eusiderin
K dan eusiderin J. Eusiderin K dan Eusiderin J ini dapat disintesis dari kulit dan kelopak tumbuhan Licaria chrysophylla. Telah banyak
dilaporkan mengenai sintesis 1,4-benzodioxane, namun sintesis neoligan 1,4-benzodioxane
yang memiliki gugus aril 4-hydroxy-3,5-dimethoxy belum ada dilaporkan
dikarenakan kesulit dalam mensintesis unit C6-C3 dari kelompok aril 4-hydroxy-3,5-dimethoxy.
Hasil peneltian yang
dilaporkan oleh jing et.al (2001) mereka melakukan pengembangan rute sintesis sintesis
eusiden K dan eusiderin J melalui reaksi penataan ulang Claisen yang mampu menggunakan
gugus aril 4-hydroxy-3,5-dimethoxy (5) dan
gugus aril 3,4-dihydroxy-5-methoxy (9).
Berikut
ini merupakan mekanisme sintesis total senywa Eusiderin K dan Eusiderin J
Mekanisme Sintesis :
Sintesis Eusiderin K dan
Eusiderin J menggunakan material start berupa senyawa piragalol (1) yang kemudian di konversi menjadi
trimetil piragalol (2) dengan penambahan reagensia NaOH dan (CH3)2SO4
yang digunakan untuk metilasi gugus OH. Kemudian setelah terbentuk trimetil
piragalol dilakukan penambahan ZnCl2 dan asam propionate sehingga
menghasilkan 2,6-dimethoxy phenol (3). Penambahan
alilbromida dan K2CO3 mengubah alkohol OH pada cincin benzene
menjadi gugus eter (4). Senyawa 4 ini mengalami penataan ulang Claisen
dalam tabung tertutup untuk menghasilkan senyawa (5) dengan yield > 99%. Senyawa 5 ditambahkan dengan katalis PdCl2
dan methanol sehingga terbentuk senyawa (6).
Sintesis unit (9)
juga dimulai dari senyawa piragalol kemudian yang selektif dilindungi oleh
gugus (CH3)2SO4 dibawah proteksi NaBH4.10H2O.
dan terbentuk senyawa (7). Senyawa 7
kemudian diubah menjadi senyawa 8 dan 9 menggunakan langkah yang sama dengan
senyawa (5).
Senyawa 6
dan 9 kemudian dikonversikan menjadi
elusiderin K dengan campuran isomer (cis and trans ca. 1:7 by 1HMR) menggunakan penambahan reagen perak oksida. Kemudian
elusiderin K dilindungi oleh CH3I dalam suasana basa untuk
menghasilkan senyawa Trans elusiderin J. Dalam reaksi ini isomer Cis dapat
diubah menjadi isomer Trans secara langsung dalam kondisi basa. Kemudian diperoleh
senyawa Eusiderin K dan Eusiderin J.
Apabila sintesis tersebut ingin diteruskan maka mekanismenya
sebagai berikut :
Dari mekanisme diatas maka diperoleh senyawa Eusiderin
E, EusiderinF, Eusiderin G dan Eusiderin M.
DAFTAR
PUSTAKA
Jing, X., W. Gu.,
P. Bie., X. Ren., and X. Pan. 2001. Total Synthesis Of (±)-Eusiderin K And
(±)-Eusiderin J. Synthetic Communications.
Vol 31 No 6. pp 861–867
Jing. X., L.
Wang., Y. Han., Y. Shi., Y. Liu and J. Sun. 2004. Total Synthesis of Six
Natural Products of Benzodioxane Neolignans. Journal of the Chinese Chemical Society. Vol 51, 1001-1004
[1] Macrae, W.
D.; Towers, G. H. N. J. Ethnopharmald 1984, 12, 75.
[2] Tanaka,
H. et al. Chem. Pharm. Bull. 1987, 35, 3603.
[3] Antus, S.;
Baitz-Gacs, E.; Bauer, R.; Wagner, H. Liebigs Ann. Chem. 1989, 1147.
[4] Yamauchi,
S.; Taniguchi, E. Biosci. Biotech. Biochem. 1992, 56, 1751.
[5] Yamauchi,
S.; Taniguchi, E. Biosci. Biotech. Biochem. 1992, 50, 630.
[6] Merlini, B.
L.; Zanarotti, A. J. C. S. Perkin I. 1980, 775.


















