GAYA VAN DER WALLS’
Gaya van der
walls’ merupakan gaya tarik antar molekul akibat tarikan
dipol-dipol, gaya tarik dipol
ini bisa disebabkan dari gaya tarik dipol permanen maupun dipol terinduksi Antar
molekul yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan. Gaya Van Der Waals dapat terjadi antara partikel
yang sama atau berbeda. [1]
Ikatan Van Der
Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah. Karena gaya
ini sangat lemah maka zat yang mempunyai ikatan van der waals akan mempunyai
titik didih yang sangat rendah Contohnya, titik didih C4H10>C3H8>C2H6>CH4.
Contoh lainnya terdapat pada Br2 dan I2. Br2 berwujud cair tetapi mudah menguap
dan I2 berwujud gas tetapi mudah menyublim. Hal ini disebabkan karena ikatan
antara molekul Br2 dan I2 adalah ikatan van der waals.[2]
Meskipun demikian gaya van der waals ini
sangat lemah namun bersifat permanen dan lebih kuat jika dibandingkan dengan gaya
London dan lebih lemah jika dibandingkan dengan ikatan kovalen. [3]
Gaya van der walls’ juga dapat
terjadi karena adanya perbedaan kepolaran dalam suatu partikel atau senyawa. Semakin
kecil kepolarannya semakin kecil juga gaya van der walls’ nya.[4]
Klasifikasi Gaya Van der Waals Gaya
Van Der Walls dapat dibagi berdasarkan jenis kepolaran molekulnya, yaitu :
1.
Interaksi ion – dipol (molekul polar)
Interaksi ion dipol ini merupakan
gaya yang terjadi antara ion dan senyawa kovalen polar.
Partikel yang berbeda dapat
saling berikatan atau tarik menarik apabila salah satu partikelnya ion dan yang
lain berupa molekul polar atau dipol. Interaksi ini termasuk jenis interaksi
yang relatif cukup kuat.
Contohnya :
Sebagai contoh, NaCl (senyawa ion) dapat larut dalam air
(pelarut polar) dan AgBr (senyawa ion) dapat larut dalam NH3 (pelarut polar).[2]
2.
Interaksi
dipol – dipol
Interaksi dipol - dipol
merupakan interaksi antara sesama molekul polar (dipol). Interaksi ini terjadi
antara ekor dan kepala dimana jika berlawanan kutub maka akan tarik-menarik dan
jika berlawanan akan tolak menolak. Seperti pada gambar berikut :
Contohnya :
Molekul seperti HCl memiliki dipol permanen karena klor
lebih elektronegatif dibandingkan hidrogen. Kondisi permanen ini, pada saat
pembentukan dipol akan menyebabkan molekul saling tarik menarik satu sama lain.
[5]
3.
Interaksi
ion - dipol terinduksi
Interaksi ion - dipol terinduksi merupakan interaksi antara ion
dengan dipol terinduksi. Dipol terinduksi merupakan molekul netral, menjadi
dipol akibat dari induksi partikel bermuatan yang berada didekatnya. Ikatan ini
relatif lemah karena kepolaran molekul terinduksi relatif kecil dari dipol
permanen. jika induksi disebabkan oleh ion ,maka terjadi interaksi antara ion
tersebut dengan molekul dipol yang terinduksi sehingga disebut antaraksi ion –
dipol terinduksi.[1]
Contohnya
4.
Interaksi dipol - dipol terinduksi
Interaksi
dipol - dipol terinduksi terjadi apabila Suatu molekul polar yang berdekatan
dengan molekul nonpolar, akan dapat menginduksi molekul nonpolar. Akibatnya.
Molekul nonpolar memiliki dipol terinduksi. Ikatan ini cukup lemah sehingga
prosesnya berlangsung lambat.[5]
Contohnya :
5.
Interaksi dipol
terinduksi - dipol terinduksi
MEKANISME :
a. Pasangan
elektron suatu molekul, baik yang bebas maupun yang terikat selalu bergerak
mengelilingi inti.
b. Electron yang
bergerak dapat mengimbas atau menginduksi sesaat pada tetangga sehingga molekul
tetangga menjadi polar terinduksi sesaat.
c. Molekul ini pula dapat menginduksi molekul
tetangga lainnya sehingga terbentuk molekul – molekul dipole sesaat.
Pasangan elektron dalam molekul yang bebas maupun terikat
selalu bergerak mengelilingi inti.perbergerakan ini dapat mengimbas atau
menginduksi sasaat molekul tetangganya ,karena elektron bermuatan listrik. Sehingga
akibatnya molekul tetangga menjadi polar terinduksi sesaat. Akhirnya terjadi
antaraksi dipol terinduksi- dipol terinduksi yang disebut juga gaya London.
Gaya London ini dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
·
Jumlah
electron dalam atom atau molekul
Makin banyak electron yang dipunyai
molekul makin besar gaya londonnya.
·
Bentuk
molekul
Molekul yang memanjang/tidak bulat,
lebih mudah menjadi dipole dibandingkan
dengan molekul yang bulat sehingga
gaya disperse londonnya akan semakin
besar.[1]
DAFTAR PUSTAKA
http://web.unair.ac.id/admin/file/f_12438_GAYAVANDERWAALS1.pdf
http://yunanchemistry.blogspot.co.id/2012/07/bab-i-pendahuluan.html










trimakasih atas materinya sangat bermanfaat,
BalasHapussaya ingin bertanya faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kekuatan dari gaya van der walls ini ?
trimakasih
trimakasih pertanyaannya, baiklah untuk faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan dari gaya van der walls ini yaitu ukuran molekul, jenis dipol, jumlah elektron dan bentuk molekul.
Hapusmaterinya sangat membantu ,
BalasHapustapi yang ingin saya tanyakan dari gaya van der walls yang telah saudari jelaskan, sifat apa saja yang dapat dijelaskan dengan menggunakan gaya van der walls ini ?
trimakasih atas pertanyaannya, untuk sifat sifat yang dapat ditentukan dengan menggunakan gaya vander walls ini yaitu salah satunya titik didih dan titik leleh dari suatu senyawa.
Hapusterimakasih materi nya sangat bermanfaat
BalasHapussama-sama, semoga materinya dapat membantu...
HapusTrimakasih atas materi yang sangat bermanfaat
BalasHapustrimakasih materinya sangat bermanfaat,,,
BalasHapussama sama nurma, semoga materinya dapat membantu..
Hapusterimakasih atas meterinya, menarik sekali dan sangat membantu..
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya sangat lengkap dan menarik :)
BalasHapusTerima kasih atas penjelasannya sangat lengkap dan menarik :)
BalasHapusTerima kasih materinya
BalasHapusTerimakasih materi nyaa, bermanfaat
BalasHapusTerimakasih untuk informasinya, sangat membantu.
BalasHapus