TAUTOMERI
Tautomer
merupakan suatu senyawa karbonil yang memiliki ikatan dengan hydrogen alfa yang
bersifat asam dan dapat berada dalam dua bentuk. Sedangkan Tautomerisasi adalah
isomer-isomer yang berbeda antara satu dengan lainnya hanya pada posisi ikatan
rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan. Tautomerisasi dapat dihasilkan
karena adanya perpindahan atom hidrogen atau proton yang diikuti dengan
pergantian ikatan tunggal dengan ikatan ganda di sebelahnya. [1]
Pada tautomer
ini ikatan hidrogen berada dalam posisi yang beralainan namun dua struktur yang
berlainan ini berada dalam kesetimbangan. kedua bentuk tautomerik ini bukanlah
struktur resonansi (harus diingat bahwa
struktur-struktur resonansi berbeda hanya dalam hal posisi elektron). [2]
Resonansi dan tautomerisasi hampir
sama sehingga susah untuk melihat perbedaannya.
Berikut tiga pedoman yang
harus diingat untuk membedakan antara tautomerisasi dan resonansi:
- ·
1.Tautomerisasi
adalah suatu kesetimbangan antara isomer, yang berbeda pada tempat lokasi
ikatan rangkap dan hidrogen. Kesetimbangan ditunjukkan dengan tanda panah.
- ·
2.Stuktur
resonansi, diperlihatkan seperti pada kesetimbangan dengan anak panah, dan
bukan merupakan spesies yang berbeda yang berada dalam kesetimbangan. Resonansi
hanya merupakan pola ikatan π yang berbeda.
- ·
3.Tidak
seperti struktur isomer, semua struktur resonansi adalah merupakan spesies yang
berbeda, dengan pola ikatan sigma (dengan beberapa pengecualian) dan geometry
yang identik.[3]
Pasangan tautomer yang umum adalah:
- keton -
enol, misalnya aseton (lihat: tautomerisme keto-enol).
- Amida - asam
imidat, misalnya selama reaksi hidrolisis nitril.
- Laktam -
laktim, sebuah tautomerisme amida-asam imidat pada cincin heterosiklik,
misalnya pada nukleobasa guanina, timina, dan sitosina..
- Enamina -
imina
-
Enamina -
enamina, misalnya selama reaksi enzim yang dikatalisasi oleh piridoksalfosfate.[1]
berikut gambar dari masing
masing jenis tautomeri :
1. Tautomeri keto-enol
Bentuk tautomeri yang paling
umum adalah tautomeri antara senyawa karbonil yang mengandung hidrogen-α dengan
bentuk enolnya. Sebagai contoh ester aseto asetat yang mempunyai sifat sebagai alkohol
yang tidak jenuh dan sebagai keton, tautomer yang terjadi disebut keto-enol
tautomer.[5]
Bentuk keto berbeda dari
bentuk enol dalam hal pemilikan ikatan C-H, C-C, dan C=O, di mana enol
mempunyai ikatan C=C, C-O, dan O-H. Karena atom hidrogen berada dalam posisi
yang berlainan, kedua bentuk tautomerik ini bukanlah struktur resonansi,
melainkan dua struktur berlainan yang berada dalam kesetimbangan.[4]
2. Tautomeri
imina-enamina
Enamina secara normal stabil
hanya jika tidak ada hidrogen pada nitrogen (R2C=CR-NR2). Kalau tidak demikian
maka bentuk imina yang dominan.
Tautomerisasi dikatalisasi
oleh: [6]
·
Basa (1.
deprotonasi; 2. pembentukan anion yang terdelokalisasi (misalnya enolat); 3.
protonasi pada posisi yang berbeda pada anion).
Contohnya :
·
Asam (1.
protonasi; 2. pembentukan kation yang terdelokalisasi; 3. deprotonasi pada
sebelah posisi yang berbeda pada anion).
Contohnya :
Tautomerisasi Vs Resonansi
Senyawa I dan II adalah tautomer; mereka
berisomer dan berada dalam kesetimbangan
satu sam lainnya.
Sedangkan senyawa III, IV dan V adalah bentuk
resonansinya, hibridisasi ketiga
struktur ini dapat dinyatakan dalam tiga bentuk
dengan pelepasan proton dari senyawa I.
REFERENSI
https://mrabdiwahyudi.blogspot.co.id/










terimakasih atas materinya sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya dapatkah anda menjelaskan perbedaan tautomeri dan resonansi?
BalasHapusTerimkasih...
Trimakasih atas pertanyaannya,,
BalasHapusTautomerisasi adalah suatu kesetimbangan antara isomer, yang berbeda pada tempat lokasi ikatan rangkap dan hidrogen. Kesetimbangan ditunjukkan dengan tanda panah. Sedangkan Stuktur resonansi, diperlihatkan seperti pada kesetimbangan dengan anak panah, dan bukan merupakan spesies yang berbeda yang berada dalam kesetimbangan. Resonansi hanya merupakan pola ikatan π yang berbeda.Tidak seperti struktur isomer, semua struktur resonansi adalah merupakan spesies yang berbeda, dengan pola ikatan sigma (dengan beberapa pengecualian) dan geometry yang identik
trimakasih atas materinya,,
BalasHapussaya mau bertanya adakah contoh lain dari senyawa yang dapat mengalami tautomeri ?
trimakasih atas pertanyaannya,,
BalasHapusuntuk contoh tautomeri seperti yang dijelaskan diatas keto-enol, laktam-laktim, enamina-imida ada yang lainnya lagi seperti amino dan imino dan lainnya..
trimakasih atas materinya sangat membantu,, :)
BalasHapussama sama umi, semoga bisa membantu dalam memahami materi tautomeri ini..
Hapustrimakasih materinya sangat bermanfaat,,
BalasHapussama sama nurma semoga bisa membantu,,, trimakasih
Hapus