Jumat, 02 Desember 2016

TAUTOMERI
Tautomer merupakan suatu senyawa karbonil yang memiliki ikatan dengan hydrogen alfa yang bersifat asam dan dapat berada dalam dua bentuk. Sedangkan Tautomerisasi adalah isomer-isomer yang berbeda antara satu dengan lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan. Tautomerisasi dapat dihasilkan karena adanya perpindahan atom hidrogen atau proton yang diikuti dengan pergantian ikatan tunggal dengan ikatan ganda di sebelahnya. [1]
Pada tautomer ini ikatan hidrogen berada dalam posisi yang beralainan namun dua struktur yang berlainan ini berada dalam kesetimbangan. kedua bentuk tautomerik ini bukanlah struktur resonansi  (harus diingat bahwa struktur-struktur resonansi berbeda hanya dalam hal posisi elektron). [2]
Resonansi dan tautomerisasi hampir sama sehingga susah untuk melihat perbedaannya.
Berikut tiga pedoman yang harus diingat untuk membedakan antara tautomerisasi dan resonansi:
  1. ·         1.Tautomerisasi adalah suatu kesetimbangan antara isomer, yang berbeda pada tempat lokasi ikatan  rangkap dan hidrogen. Kesetimbangan ditunjukkan dengan tanda panah.
  2. ·    2.Stuktur resonansi, diperlihatkan seperti pada kesetimbangan dengan anak panah, dan bukan merupakan spesies yang berbeda yang berada dalam kesetimbangan. Resonansi hanya merupakan pola ikatan π yang berbeda.
  3. ·      3.Tidak seperti struktur isomer, semua struktur resonansi adalah merupakan spesies yang berbeda, dengan pola ikatan sigma (dengan beberapa pengecualian) dan geometry yang identik.[3] 
    Pasangan tautomer yang umum adalah:
  •         keton - enol, misalnya aseton (lihat: tautomerisme keto-enol). 
  •             Amida - asam imidat, misalnya selama reaksi hidrolisis nitril. 
  •          Laktam - laktim, sebuah tautomerisme amida-asam imidat pada cincin heterosiklik, misalnya  pada nukleobasa guanina, timina, dan sitosina..
  •        Enamina - imina
  •       Enamina - enamina, misalnya selama reaksi enzim yang dikatalisasi oleh piridoksalfosfate.[1]
  berikut gambar dari masing masing jenis tautomeri :


 1.      Tautomeri keto-enol
Bentuk tautomeri yang paling umum adalah tautomeri antara senyawa karbonil yang mengandung hidrogen-α dengan bentuk enolnya. Sebagai contoh ester aseto asetat yang mempunyai sifat sebagai alkohol yang tidak jenuh dan sebagai keton, tautomer yang terjadi disebut keto-enol tautomer.[5]
                     
Bentuk keto berbeda dari bentuk enol dalam hal pemilikan ikatan C-H, C-C, dan C=O, di mana enol mempunyai ikatan C=C, C-O, dan O-H. Karena atom hidrogen berada dalam posisi yang berlainan, kedua bentuk tautomerik ini bukanlah struktur resonansi, melainkan dua struktur berlainan yang berada dalam kesetimbangan.[4]

2.      Tautomeri imina-enamina

                       
Enamina secara normal stabil hanya jika tidak ada hidrogen pada nitrogen (R2C=CR-NR2). Kalau tidak demikian maka bentuk imina yang dominan.
Tautomerisasi dikatalisasi oleh: [6]
·         Basa (1. deprotonasi; 2. pembentukan anion yang terdelokalisasi (misalnya enolat); 3. protonasi pada posisi yang berbeda pada anion).

Contohnya :
  
·         Asam (1. protonasi; 2. pembentukan kation yang terdelokalisasi; 3. deprotonasi pada sebelah posisi yang berbeda pada anion).

Contohnya :

Tautomerisasi Vs Resonansi
Senyawa I dan II adalah tautomer; mereka berisomer dan berada dalam kesetimbangan
satu sam lainnya.
             
Sedangkan senyawa III, IV dan V adalah bentuk resonansinya, hibridisasi ketiga
struktur ini dapat dinyatakan dalam tiga bentuk dengan pelepasan proton dari senyawa I.


REFERENSI
https://mrabdiwahyudi.blogspot.co.id/

8 komentar:

  1. terimakasih atas materinya sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya dapatkah anda menjelaskan perbedaan tautomeri dan resonansi?
    Terimkasih...

    BalasHapus
  2. Trimakasih atas pertanyaannya,,
    Tautomerisasi adalah suatu kesetimbangan antara isomer, yang berbeda pada tempat lokasi ikatan rangkap dan hidrogen. Kesetimbangan ditunjukkan dengan tanda panah. Sedangkan Stuktur resonansi, diperlihatkan seperti pada kesetimbangan dengan anak panah, dan bukan merupakan spesies yang berbeda yang berada dalam kesetimbangan. Resonansi hanya merupakan pola ikatan π yang berbeda.Tidak seperti struktur isomer, semua struktur resonansi adalah merupakan spesies yang berbeda, dengan pola ikatan sigma (dengan beberapa pengecualian) dan geometry yang identik

    BalasHapus
  3. trimakasih atas materinya,,
    saya mau bertanya adakah contoh lain dari senyawa yang dapat mengalami tautomeri ?

    BalasHapus
  4. trimakasih atas pertanyaannya,,
    untuk contoh tautomeri seperti yang dijelaskan diatas keto-enol, laktam-laktim, enamina-imida ada yang lainnya lagi seperti amino dan imino dan lainnya..

    BalasHapus
  5. trimakasih atas materinya sangat membantu,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama umi, semoga bisa membantu dalam memahami materi tautomeri ini..

      Hapus
  6. trimakasih materinya sangat bermanfaat,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama nurma semoga bisa membantu,,, trimakasih

      Hapus