Minggu, 11 Desember 2016

POLARISABILITAS



POLARISABILITAS
Polarisabilitas merupakan kemampuan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat dan dipol terimbaskan, dipol sesaat yaitu kondisi dimana terjadinya proses perpindahan elektron sehingga mengakibatkan molekul non polar menjadi polar sesaat (sementara) sedangkan dipol terimbaskan yaitu dipol sesaat yang mengimbas molekul disekitarnya  sehingga terjadi gaya tarik antara molekul yang lemah. Polarisabilitas ini salah satunya dipengaruhi oleh jumlah Mr dari senyawa. Apabila Mr dari suatu seyawa tinggi maka suhunya tinggi dan polarisabilitasnya juga tinggi dan sebaliknya.[1]
“Jika Mr semakin besar, molekul semakin mudah mengalami polarisasi, Semakin mudah molekul mengalami polarisasi, semakin tinggi titik didih dan titik lelehnnya. Oleh karena itu semakin besar Mr semakin besar titik didih dan titik lelehnya dan polarisabilitas semakin besar”[2]
Selain itu juga apabila suatu senyawa memiliki rantai yang panjang dan lurus maka senyawa tersebut memiliki pilarisabilitas yang tinggi.
Polarisabilitas atau tingkat polarisasi suatu senyawa juga dipengaruhi oleh keelektronegatifan dari senyawa tersebut. Apabila senyawa tersebut memiliki selisih keelektronegatifan antar molekulnya besar maka senyawa tersebut dikatakan senyawa polar. Selain itu, ketidaksimetrisan bentuk molekul juga menyebabkan senyawa bersifat polar. Muatan elektron yang tidak seimbang pada atom dalam senyawa polar mengakibatkan terjadinya suatu kutub (dipol). molekul polar mempunyai dwi kutub karena pusat muatan atau pol positif (δ+) terpisah dari pusat muatan atau pol negatif (δ-).[5]
Oleh karena itu, pasangan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen polar lebih tertarik pada salah satu atom. Senyawa nonpolar yaitu senyawa yang terdiri dari atom sejenis seingga muatannya terdistribusi secara simetris. Contohnya H2 atau CH4.[3]
Harga elektronegativitas atom-atom dalam molekul nonpolar sama, sehingga muatan elektronnya terdistribusi merata. Oleh karena itu, molekul nonpolar tidak membentuk kutub. Pasangan elektron senyawa nonpolar mengakibatkan bentuk molekul simetri sehingga dipol-dipol ikatannya saling meniadakan.[3]
GAYA LONDON
Gaya London merupakan gaya yang ditimbulkan karena adanya dipol terimbas antara molekul nonpolar sehingga menyebabkan adanya perpindahan elektron dari satu orbital yang lain membentuk dipol sesaat. Gaya London ini mengakibatkan molekul nonpolar yang bersifat agak polar. Gaya London ini meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah electron dan meningkatnya jumlah Mr.
Jensi gaya tarik yang sangat lemah ini pada umumnya terjadi diantara molekul-molekul kovalen nonpolar, seperti N2, H2, atau CH4.[4]
Gambar dipol sesaat :

         
           
Gambar dipol terimbas :

DAFTAR PUSTAKA
[1] https://www.scribd.com/doc/308601872/Interpretasi-Hasil-Deskriptor-qsar
[2] https://www.scribd.com/search?page=1&content_type=tops&query=polarisabilitas
[5] http://einstein-chemist.blogspot.co.id/2009/10/ikatan-kiima-tolakan-antar-pasangan.html

9 komentar:

  1. terimakasih atas materinya, sangat bermanfaat..

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas materinya, sangat bermanfaat dan membantu sebagai referensi ;)

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas publikasi nyaa, bermanfaat

    BalasHapus
  4. terimakasih materinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Terimakasih atas materinya sangat membantu. saya ingin bertanya bagaimana polarizabilitas pada senyawa organik ya ?..trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya,, Polarisabilitas merupakan kemampuan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat dan dipol terimbaskan, polarisabilitas ini dipengaruhi oleh jumlah Mr, bentuk molekul, suhu dan keelektronegatifan dari senyawa organik.Molekul yang bentuknya panj ang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil, kompak, dan simetris. :)

      Hapus
  6. terimakasih materinya sangat menbantu, untuk polarisabilitas ini sendiri bagaimanakah aplikasinya dalam bidang kimia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas pertanyaannya, untuk aplikasi polarisabilitas ini dalam bidang kimia yaitu contohnya untuk membuat suatu senyawa yang memiliki tingkat kepolaran kecil sehingga susah larut didalam menjadi memiliki kepolaran besar, contohnya dengan menambahkan zat seperti emulgator, sehingga senyawa yang susah larut dalam air akan menjadi mudah larut. jika dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari seperti saat menggunakan deterjen untuk mencuci piring agar dapat menghilangkan lemak sehingga lemak dapat larut dalam air.

      Hapus