GUGUS
PELINDUNG
Gugus pelindung merupakan
suatu gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu selama proses
reaksi kimia berlangsung agar tidak
turut bereaksi dengan pereaksi ataupun pelarut selama proses sintesis agar
reaksi tersebut berjalan tepat sasaran tanpa menghasilkan produk samping dengan
gugus yang dilindungi.[1] Suatu gugus pelindung harus mudah dimasukkan dan
mudah dilepaskan kembali setelah produk didapatkan. Ada beberapa jenis gugus
pelindung yang dapat digunakan seperti pada table berikut ini:
1.
Gugus
Pelindung Amina
Salah satu contoh gugus pelindung amina yaitu benzyloksikarbonil sering
disingkat sebagai Cbz atau notasi satu huruf, Z (berasal dari nama Zervas). Gugus
pelindung benzyloksikarbonil sering
digunakan dalam asam amino suatu ester karbamat yang memiliki atom nitrogen yang
tidak bersifat nukleofilik dan tidak reaktif dalam pembentukan ikatan peptida. Hal
yang terpenting lainnya adalah gugus pelindung ini mudah dideproteksi dengan HF
cair, namun tidak mempengaruhi ikatan peptida yang ada dalam struktur.
Gugus pelindung lain yang
sering digunakan sebagai gugus pelindung amina adalah t-butiloksikarbonil (t-Boc).
Gugus ini mudah dideproteksi dengan menggunakan asam trifluoro asetat (TFA), Ketersediaan
dua gugus pelindung ini memberikan kemudahan strategi sintesis peptida yang
mengandung lisin. Gugus α-amino dapat diproteksi dengan t-Boc, sementara amino
rantai samping diproteksi dengan Cbz. Selama sintesis, α-amino dapat
dideproteksi dengan TFA, tanpa mempengaruhi rantai samping yang diproteksi Cbz.
Selain itu guguspelindung amina lainnya yang sering digunakan adalah
9-florenilmetoksikarbonil (Fmoc), yang diperkenalkan oleh Carpino. Dibandingkan
dua gugus pelindung sebelumnya yang labil terhadap asam, Fmoc bersifat labil
terhadap basa. Gugus pelindung Fmoc dihilangkan dengan piperidin (20% dalam
DMF). [2]
Gambar Struktur Cbz-glisin (kiri),
t-Boc-glisin (tengah) dan Fmoc-glisin
(kanan)
2.
Gugus
pelindung Karboksil
Proteksi terhadap gugus
karboksil biasanya dilakukan dengan mengubah gugus karboksil menjadi ester.
Ester ini harus bersifat non reaktif dalam proses pembentukan ikatan peptida
tetapi mudah dihilangkan selama proses pemanjangan rantai peptida atau
pembentukan produk akhir yang terdeproteksi. Terdapat dua jenis turunan ester
yang sering digunakan sebagai gugus pelindung, yaitu benzil ester dan t-butil
ester. Gugus benzil dapat dihilangkan dengan HF, sementara t-butil dihilangkan
dengan asam trifloro asetat (TFA). Gugus benzil dapat dihilangkan dengan HF,
sementara t-butil dihilangkan dengan asam trifloro asetat (TFA). [2]
Gambar Struktur t-butil ester (kiri)
dan benzil ester dari glisin (kanan)
3.
Gugus
pelindung alkohol
Ester merupakan gugus pelindung yang baik untuk
melindungi alkohol dari asam. Ester t-butil sangat mudah dihidrolisis dalam
suasana asam
ester benzil ( seperti eter benzil atau amina ) dapat
diputus dengan hidrogenolisis
Metil ester dihilangkan dengan basa. Contohnya, LiOH
dapat memecah gugus metil ester sedangkan gugus Boc ( t-butoxycarbonyl ) tetap
utuh.
,REFERENSI
[2] Irwansyah, 2010. Studi
Struktur Self-Assembly Peptida Ampifil, Tesis., FMIPA UI, , universitas Indonesia jakarta
Sitorus,
H. 2008. Uji Efektivitas Pupuk Organik Padat dan NPK terhadap Pertumbuhan dan
Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.). Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara. Medan











Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBagaimana perbedaan penggunaan benzil ester dan t-butil ester sebagai gugus pelindung gugus karbonil?
BalasHapusperbedaan penggunaan benzil ester dan t-butil ester sebagai pelindung gugus karbonil yakni terdapat pada proses penghilangan gugus fungsi tersebut setelah proses reaksi selesai dilakukan. dimana untuk menghilangkan gugus pelindung benzil ester dilakukan dengan proses dehidrogenolisis sedangkan untuk menghilangkan gugus pelindung t-butil ester dengan cara penambahan asam, basa atau beberapa reduktan. semoga membantu
HapusPada gugus pelindung alkohol pada reaksi paling bawah,LiOH digunakan untuk memecah gugus metil ester,kenapa bisa,apa yang dipengaruhi reagen tersebut terhadap gugus metil ester? Mohon dijelaskkan,terimakasih
BalasHapuspada proses reaksi dengan menggunakan gugus pelindung alkohol digunakan LiOH. metil ester disini bertindak sebagai gugus pelindung gugus fungsi alkohol didalam senyawa sehingga tidak bereaksi apabila dilakukan penambahan senyawa atau zat kimia lain. apabila proses sintesis telah selesai maka gugus pelindung metil ester ini dilakukan penghilangan sehingga hanya dihasilkan produk yang diinginkan , nah basa LiOH disini bertindak sengai penghilang gugus metil ester yang digunakan yaitu dengan cara membuat kondisi reaksi tersebut menjadi basa dan gugus metil ester tersebut mengalami pemecahan.
HapusTerimakasih atas materinya, saya ingin bertanya syarat-syarat gugus pelindung yang baik itu apa saja ya? Mohon penjelasannya..
BalasHapussyarat-syarat gugus pelindung yang baik untuk digunakan dalam melakukan sintesis yakni harus memiliki kriteria sebagai berikut :
Hapus1. gugus pelindung yang digunakan Mudah dimasukkan dan mudah dihilangkan
2. gugus fungsi memiliki resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi
3. sedapat mungkin resisten terhadap berbagai macam varietas reagen.
4. Gugus pelindung yang digunakan tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum di hapus.
dari penjelasan diatas dapat diaplikasikan apabila melakukan sintesis sebaiknya memperhatikan syarat-syarat gugus pelindung yang digunakan, sehingga produk akhir yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan..
semoga membantu..
Bagaimana perbedaan penggunaanya benzyloksikarbonil dan t-butiloksikarbonil (t-Boc) pada gugus pelindung amina?
BalasHapusGugus pelindung benzyloksikarbonil sering digunakan dalam asam amino suatu ester karbamat yang memiliki atom nitrogen yang tidak bersifat nukleofilik dan tidak reaktif dalam pembentukan ikatan peptida. Hal yang terpenting lainnya adalah gugus pelindung ini mudah dideproteksi dengan HF cair, namun tidak mempengaruhi ikatan peptida yang ada dalam struktur.
Hapussedangkan gugus pelindung amina t-butiloksikarbonil (t-Boc), Gugus ini mudah dideproteksi dengan menggunakan asam trifluoro asetat (TFA), Ketersediaan dua gugus pelindung ini memberikan kemudahan strategi sintesis peptida yang mengandung lisin. Gugus α-amino dapat diproteksi dengan t-Boc, sementara amino rantai samping diproteksi dengan Cbz. Selama sintesis, α-amino dapat dideproteksi dengan TFA, tanpa mempengaruhi rantai samping yang diproteksi Cbz.
semoga membantu
gugus pelindung apa yang baik untuk memproteksi gugus amina?
BalasHapusgugus pelindung yang dapat digunakan untuk memproteksi gugus amina ada berbagai macam yakni
Hapus1. Gugus Karbobenziloksi (Cbz) – dihilangkan dengan hidrogenolisis
2. Gugus Karbonil p-metoksibenzil (Moz atau MeOZ) – dihilangkan dengan hidrogenolisis, lebih labil dibanding Cbz
3. Gugus tert-butiloksikarbonil (BOC) (umum digunakan dalam sintesis peptida fase padat) – dihilangkan dengan asam kuat pekat (seperti HCl atau CF3COOH), atau dengan pemanasan hingga >80 °C.[3]
4. Gugus 9-Fluorenilmetiloksikarbonil (FMOC) (umum digunakan dalam sintesis peptida fase padat) – dihilangkan dengan basa, seperti piperidin[4]
5. Gugus Asetil (Ac) umum digunakan dalam sintesis oligonukleotida untuk proteksi N4 dalam basa nukleat sitosin dan N6 dalam basa nukleat adenin dan dihilangkan dengan perlakuan dengan basa, lebih sering, dengan amonia berair atau gas atau metilamina. Ac terlalu stabil untuk langsung dihilangkan dari amida alifatik.
dari masing masing gugus pelindung tersebut memiliki peranan masing-masing dalam melakukan proteksi sesuai dengan senyawa apa yang ingin dilakukan proteksi, sebagai contoh benzyloksikarbonil dan t-butiloksikarbonil merupakan gugus pelindung dalam sintesa peptida yang mengandung lisin. sehingga Ketersediaan dua gugus pelindung ini memberikan kemudahan strategi sintesis peptida yang mengandung lisin. semoga membantu
Apa itu kemoselektivitas dan jika ada dapatkah anda memberikan contoh kemoselektivitas?
BalasHapusKemoselektivitas adalah memilih untuk dapat mereaksikan salah satu gugus fungsional dari dua gugus yang berada pada satu molekul. dalam melakukan sintesis masalah kemoselektivitas sering kali ditemukan, misalkan molekul yang akan direaksikan mengandung 2 gugus fungsi yang reaktif padahal kita hanya menginginkan salah satu dari kedua gugus tersebut yang bereaksi, maka kemoselektivitas adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Hapusmisalkan reaksi pada parasetamol..
sebutkan Apa saja cara-cara untuk penghilangan gugus pelindung? Dan jelaskan.
BalasHapusada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gugus pelindung dalam suatu reaksi sehingga diperoleh produk hasil sintesis yang di inginkan yakni Solvolisis, Hidrogenolisis, Logam berat, Ion fluoride, Fotolitik, Asam/basa, Elektrolisis, Eliminasi reduktif, Beta-eliminasi, Oksidasi, Subtitusi nukleofilik, Katalis logam transisi, Enzim.
Hapuspenghilangan gugus pelindung dengan cara solvolisis yaitu penghilangan dengan cara penguraian oleh pelarut. Contohnya, Hidrolisis, Alkoholisis. penghilangan dengan asam/basa yakni penghilangan dengan cara menambahkan asam/ atau pun basa spesifik kedalam senyawa yang disintesis. contohnya yaitu Terdapat dua jenis turunan ester yang sering digunakan sebagai gugus pelindung, yaitu benzil ester dan t-butil ester. Gugus benzil dapat dihilangkan dengan HF, sementara t-butil dihilangkan dengan asam trifloro asetat (TFA). Gugus benzil dapat dihilangkan dengan HF, sementara t-butil dihilangkan dengan asam trifloro asetat (TFA). Semoga membantu
Apa itu kemoselektivitas dan jika ada dapatkah anda memberikan contoh kemoselektivitas?
BalasHapusKemoselektivitas adalah memilih untuk dapat mereaksikan salah satu gugus fungsional dari dua gugus yang berada pada satu molekul. dalam melakukan sintesis masalah kemoselektivitas sering kali ditemukan, misalkan molekul yang akan direaksikan mengandung 2 gugus fungsi yang reaktif padahal kita hanya menginginkan salah satu dari kedua gugus tersebut yang bereaksi, maka kemoselektivitas adalah faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Hapusmisalkan reaksi pada parasetamol..
Hay nur. Selain gugus pelindung amina ada gugus pelindung apa lg ya nur?
BalasHapushay juga wanda,,
Hapusnah selain gugus pelindung amina ada beberapa jenis pelindung lain yang dapat digunakan yakni ada gugus pelindung alkohol, aldehid, keton, asam karboksilat, fenol. gugus pelindung ini masing- masing digunakan berdasarkan senyawa apa yang akan kita sintesis dan gugus apa yang akan dilindungi, apabila kita ingin melindungi gugus alkohol dalam sintesis yang dilakukan maka kita dapat menggunakan gugus pelindung eter. semoga membantu
Dapatkah anda menjelasakan mengenai hidrogenolisis?
BalasHapusReaksi di mana ikatan diputuskan ketika hidrogen diadisi dikenal sebagai hidrogenolisis. nah hidrogenolisis ini merupakan salah satu reaksi yang dapat digunakan untuk menghilangkan gugus pelindung yang digunakan dalam reaksi sintesis.
Hapusbisakah selain gugus fungsi menjadi gugus pelindung?
BalasHapusterima kasih
baiklah saudari eka, menurut saya selain gugus fungsi juga dapat dijadikan sebagai gugus pelindung, seperti contohnya yaitu senyawa CH3I dapat bertindak sebabagai gugus pelindung dimana CH31 tidak mengikat gugus fungsi.
HapusApa penyebabnya pada reaksi gugus pelindung metil eter itu susah untuk dihilangkan kecuali untuk fenol tolong jelaskan
BalasHapusmetil eter dapat dihilangkan dengan asam, dimana fenol merupakan senyawa asam sehingga dapat menghilangkan gugus pelindung metil eter. senyawa asam ini juga dapat diganti dengan HI pekat, trimetilsilil iodida, dan asam lewis.
Hapusbagaimana pengaruh gugus pelindung untuk senyawa stereokimia?
BalasHapusApa sih hal mendasar mengapa digunakan gugus pelindung ? Dan apakah gugus pelindung bertindak secara spesifik ?
BalasHapusMohon penjelasannya
Gugus pelindung merupakan suatu gugus fungsi yang digunakan untuk melindungi gugus tertentu selama proses reaksi kimia berlangsung agar tidak turut bereaksi dengan pereaksi ataupun pelarut selama proses sintesis agar reaksi tersebut berjalan tepat sasaran tanpa menghasilkan produk samping dengan gugus yang dilindungi. gugus pelindung bertindak secara spesifik karna dlama menentukan gugus pelindung ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sehingga diperoleh produk sesuai yang diinginkan...
Hapussyarat-syarat gugus pelindung yang baik untuk digunakan dalam melakukan sintesis yakni harus memiliki kriteria sebagai berikut :
1. gugus pelindung yang digunakan Mudah dimasukkan dan mudah dihilangkan
2. gugus fungsi memiliki resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi
3. sedapat mungkin resisten terhadap berbagai macam varietas reagen.
4. Gugus pelindung yang digunakan tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum di hapus
Jelaskan pengaruh gugus fungsi terhadap elektronegatifitas nya
BalasHapusjelaskan sifat suatu senyawa yang dapat digunakan sebagai penghilang gugus pelindung?
BalasHapussyarat-syarat gugus pelindung yang baik untuk digunakan dalam melakukan sintesis yakni harus memiliki kriteria sebagai berikut :
Hapus1. gugus pelindung yang digunakan Mudah dimasukkan dan mudah dihilangkan
2. gugus fungsi memiliki resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi
3. sedapat mungkin resisten terhadap berbagai macam varietas reagen.
4. Gugus pelindung yang digunakan tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum di hapus.
Apakah reaksi substitusi dapat dikategorikan sebagai reaksi proteksi? Mohon penjelasannya
BalasHapusadakah gugus pelindung untuk imida dan amida?
BalasHapusimida dan amida merupakan suatu Gugus pelindung. Imida dan amida merupakan kelompok ftalimida telah berhasil digunakan untuk melindungi gugus amino. Gugus pelindung lain yang sering digunakan sebagai gugus pelindung amina adalah t-butiloksikarbonil (t-Boc). Gugus ini mudah dideproteksi dengan menggunakan asam trifluoro asetat (TFA), suatu kondisi yang lebih lembut dibandingkan dengan kondisi deproteksi Cbz. Ketersediaan dua gugus pelindung ini memberikan kemudahan strategi sintesis peptida yang mengandung lisin.
Hapusapa yang perlu kita perhatikan saat memilih gugus pelindung?
BalasHapussyarat-syarat gugus pelindung yang baik untuk digunakan dalam melakukan sintesis yakni harus memiliki kriteria sebagai berikut :
Hapus1. gugus pelindung yang digunakan Mudah dimasukkan dan mudah dihilangkan
2. gugus fungsi memiliki resisten terhadap reagen yang akan menyerang gugus fungsional yang tidak terlindungi
3. sedapat mungkin resisten terhadap berbagai macam varietas reagen.
4. Gugus pelindung yang digunakan tidak mengganggu reaksi yang dilakukan sebelum di hapus.
dari penjelasan diatas dapat diaplikasikan apabila melakukan sintesis sebaiknya memperhatikan syarat-syarat gugus pelindung yang digunakan, sehingga produk akhir yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan..
semoga membantu..
apa kelemahan dari gugus pelindung ini?
BalasHapus