Selasa, 11 Oktober 2016

PENGAMATAN ILMIAH dan STOKIOMETRI: PENGUKURAN KCLO3



PERCOBAAN I
PENGAMATAN ILMIAH dan STOKIOMETRI: PENGUKURAN KCLO3
I.       Tujuan
1)      Memperoleh pengalaman dalam mencatat dan menjelaskan pengamatan percobaan .
2)      Mengembangkan ktrampilan dalam menangani alat kaca dan mengalaihkan bahan
3)      kimia padat  maupun cair
4)      Membiasakan diri dengan tata cara keselamatan kerja di laboraturium.
5)      Menentukan koefisien reaksi penguraian KCLO3
6)      Menghitung volume molar gas oksigen pada keadaan STP
7)      Menghitung persentase O2 dalam KCLO3
 II. Landasan Teori
Ilmu kimia adalah suatu ilmu pengetahuan kuantitatif dalam ilmu pengetahuan  alam bertanya dan menjawab merupakan proses yang sangat penting .dalam ilmu kimia pertanyaan yang di ajukan bukan hanya apa hasil nya suatu reaksi ,tetapi juga tentang berapa banyak nya hasil reaksi yang di hasil kan dari beberapa zat-zat beraksi. Dalam ilmu kimia stoikiometri adalah bidang yang mempelajari aspek kuantatif stoikiometri berasal dari kata yunani stoicheon dan metrain.stoicheon bearti unsur dan metrain bearti mengukur .hal yang berhubungan dengan kuantitas perubahan kimia selain dari pada massa adalah kuantitas energy seperti kalor ,cahaya atau listrik atau volume pereaksi  jika menyangkut reaksi gas (Micheal purba ,2000).
Kajian tentang hubungan bobot dalam reaksi –reaksi kimia di sebut stoikiometri yang bearti mengukur unsur.topik ini merupakan da sar  untuk menentukan komponen senyawa dan campuran dan dapat di gunakan untuk memperkirakan hasil dalam pembuatan senyawa kimia .perhitungan ini merupakan dasr dari konsep mol dan di gunakan untuk menyeimbang kan persamaan kimia . zat yang di hasil kan dari penguraian termal KClO3 adalah zat padat KCl dan gas O2 dengan mengguanakan katalis MnO2.
Untuk menentukan stoikiometri pada reaksi ini ,anda perlu memperoleh jumlah mol O2 yang di bebaskan ,yang dapat di hitung dari gas ideal n=P.V/RT.sehingga di perlukan informasi tentang tekanan ,volume dan suhu dari gas oksigen.
Karena volume oksigen yang di hasil kan di ukur dengan cara pemindahan air,uap air juga aka nada dalam gas ,percobaan di rancang sedemikian ,sehingga tekanan total oksigen dan air dapat anda ukur kuantitasnya dengan barometer .tekanan parsial oksigen dalam labu dapat di hitung dari tekanan total dan tekanan uap air.
               PO2 = Ptotal-PH2O
   Kita juga dapat menentukan koefisien reaksi penguraian KClO3 dan dapat menetukan volume gas molar oksigen .
               VO2/NO2= volume molar O2
   VO2(pada STP)=VO2xPO2(mmHg)/760(mmHg)x273/TO2(k)
Disamping itu ,kita juga dapat menghitung persentase O2 dalam KClO3
(Drs Epinur,2013 hal 18-19)
Stoikiometri berkaitan dengan hubungan kuantitatif antar unsur  dalam suatu senyawa dan antar  zat dalam suatu reaksi .istilah itu berasal dari bahasa yunani,yaitu stoicheon dan metrain.stoicheon bearti unsur dan metrain bearti mengukur.dasar dari semua hitungan stoikiometri adalah pengetahuan tentang massa atom dan massa molekul. Stoikiometri  (komposisi ) suatu senyawa dinyatakan dalam rumus kimianya misalnya garam  yang dinyatakan oleh rumus NaCl. penetapan rumus kimia senyawa memerlukan informasi tentang 3 hal
yaitu :
          1.Jenis unsur  penyusun senyawa
          2.perbandingan massa atom unsur penyusun senyawa
          3.Perbandingan massa atom unsur penyusun senyawa
(Hiskia ,1993)
Dalam ilmu kimia kita perlu memahami dan mengetahui jumlah partikel dalam massa atau volum tertentu zat yang kita ukur.konsep mol merupakan jembatan yang menghubungkan massa zat dengan jumlah partikel nya .artinya dengan konsep mol kita dapat mengetahui jumlah partikel yang terkandung dalam massa tertentu zat,misalnya jumlah molekul dalam 1 gram air atau jumlah atom dalam 2 gram besi.
               Hubungan kuantatif antara pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan kimia berimbang memberikan dasar stoikiometri.perhitungan stoikiometri mengharuskan penggunaan bobot atom unsure dan bobot molekul senyawa .bobot atom molekul biasanya  di papar kan dalam satuan massa atom.dalam 1 gram senyawa terdapat 6,022x10 satuan massa yang di sebut bilangan Avogadro .banyaknya zat yang mengandung 6,022x10 satuan (atom molekul dst)zat itu di sebut 1 mol massa (bobot).satu mol zatapa saja di sebut bobot molar yang dalam gram sama banyak dengan bobot molekul dalam satuan massa atom. stoikiometri memungkinkan dihitung empiris dari susunan persentase yang di tentukan dengan exsperimen dua metode klasik untuk melakukan percobaan ini ialah analisis  pengendapan dan analisis pembakaran .
               Ilmu kimia mempelajari tentang peristiwa kimia yang di tandai dengan berubah nya suatu zat menjadi zat lain.langkah umum dalam metode ilmiah adalah mengadakan pengamatan,merumuskan hipotesis ,melakukan percobaan ,menarik kesimpulan dan membuat laporan.
    1.Mengadakan pengamatan
               Dalam mengadakan pengamatan,kita melakukan percobaan dengan keadaan yang di kendalikan agar di dapat data yang sama bila percobaan di ulang .data yang terkumpul kemudian di susun sedemikian rupa sehingga ditemukan hal yang menarik  pernyataan umum yang di simpul kan dari fakta percobaan di sebut hokum alam .
    2.Merumuskan Hipotesis
               Hukum biasanya di ungkapkan dalam pernyataan sederhana atau berupa hubungan satu besaran dengan besaran lain,tetapi tidak berisi penjelasan kenapa terjadi demikian  penjelasan yang dapat di terima adalah yang masuk akal dan telah teruji kebenaran nya .oleh sebab itu ,di perlukan penjelasan sementara  yang di sebut hipotesis .
  3.Melakukan percobaan
   Penelitian terhadap suatu objek,untuk mengetahui kebenaran suatu hipotesis
  4.Menarik kesimpulan
               Menarik kesimpulan untuk mendapatkan suatu teori adalah puncak kegiatan dalam  metode ilmiah
   5.Membuat laporan
               Langkah terakhir dalam metode ilmiah adalah membuat laporan agar ahli lain mengetahui hasil  temuannya. Salah satu aspek penting dari reaksi kimia adalah hubungan kuantatif antara zat-zat  yang terlihat dalam reaksi kimia.baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi stoikiometri merupakan  bidang dalam ilmu kimia yang menyangkut hubungan kuantatif antara zat-zat yang terlihat dalam reaksi kimia.baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi.stoikiometri juga menyangkut hubungan perbandingan atom antar unsure –unsur dalam suatu rumus kimia .misalnya perbandingan atom H  dan atom O dalam molekul H2O (Ralph ,1985)



III. Alat Dan Bahan
-Pengamatan ilmiah
#Alat                                                                                  #Bahan
-Sudip                                                                                 -Amonium klorida (NH4CL)
-Tabung reaksi                                                                  -Kalsium klorida (CACL) 
-Gelas piala                                                                       -Air
-Paku besi                                                                          -Larutan tembaga (II) sulfat (CUSO4)
-Logam                                                                               -10 ml merkuri (II)nitrat(Hg(NO3)2)
-Paku tembaga                                                                 -20 ml larutan kalium lodida (KI)
-Gelas ukur                                                                        -30 ml larutan kalium lodida (KI)
-Pengaduk                                                                          -Alkohol
-Tabung erlemeyer                                                           -Amonium nitrat
-Stoikimetri
#Alat                                                                                    #Bahan
-Labu Florence                                                                     -Air secukupnya
-Klem penjepit                                                                     -0,2 g KCLO3
-Selang karet                                                                        -0,03 g MNO2
-Pipa kaca
-Tabung reaksi
-Gelas piala
-Timbangan (neraca ) ketelitian 0,0019
-Lampu spritus
-Termometer



IV. Prosedur Kerja
-Pengamatan ilmiah
A.Demontrasi oleh dosen
  1.Warna biru yang sirna .larutan biru (10 g glukosa dalam 300 ml KOH 0,5 M dan 10 ml larutan biru     metil 0,1g/1) ada di dalam labu Florence tertutup (kapasitas 1000 ml).Angkat lah labu dan kocok satu kali dengan ibu jari tetap memegangi tutup.
  2.Asbut (smog) tembaga .masukan sekeping logam tembaga ke dalam erlemeyer besar.tuangkan asam nitrat  pekat ke dalam labu sampai seluruh  kepingan logam terendam ,lalu tutup labu rapat –rapat.
  3.Busa hitam .Masukan gula pasir  ke dalam gelas piala 150 ml sampai setengah terisi.tambah kan  15 ml asam sulfat pekat dan aduk hati-hati dengan pengaduk kaca .
  4.Kalor.Tambah kan 40 ml etanol pada 60 ml air dalam 150 ml gelas piala .ambilah kertas saring dan rendam dalam larutan alkohol.peras kelebihan larutan,bentang kan pada kaca arloji,lalu bakar.
  5.Bahay air.gerus sekitar 3 g ammonium nitrat dalam lumpang .ahlih kan serbuk ke dalam cawan  penguap.tarbur kan serbuk zink segar pada serbuk ammonium nitrat .mundur beberapa langkah dan semprotkan air  dari botol semprot kepada campuran bahan kimia tadi.

B.Percobaan oleh pratikum
   1.Panas dan dingin.Masukkan seujung sudip ammonium klorida ke dalam tabung reaksi dan kalsium klorida ke dalam tabung reaksi lain.isilah tabung sampai setengahnya dengan air .peganglah bagian bawah tabung
  2.Aktif dan tidak aktif.isilah gelas piala (250ml) dengan air sampai setengah nya .masukkan sebuah paku besi dan sekeping logam kalsium dalam air
  3.Paku tembaga .isilah setengah gelas piala (250 ml)dengan larutan tembaga  (II) sulfat.masukkan sebuah paku besi kedalam nya .tunggu beberapa menit lalu catat pengamatan
  4.ada dan hilang .masukkan sekitar 10 ml  merkuri (II) nitrat ke dalam gelas ukur. Tambahkan 20 ml larutan kalium iodida ke dalam gelas ukur tersebut .amati dan catat .Tambah kan lagi 30 ml kalium iodida ke dalam gelas ukur ,dan aduk isi nya .

STOIKIOMETRI: PENGURAIAN  KCLO3
A.Persiap alat
  1.pasang lah alat
  2.tes alat terhadap kebocoran , menggunakan cara dan langkah 3-6.
  3.isi lah labu Florence dengan air hingga hampir penuh dan buka klem penjepit.
  4.lepaskan selang karet bagian atas labu Florence yang berhubungan dengan tabung reaksi.tiup lah melalui pipa kaca hingga selang karet terisi penuh air.air akan mengaliar dari labu ke gelas piala .
  5.hubung kan kembali selang karet dengan pipa kaca pendek pada labu Florence,selama air masih mengalir .
  6. jika tidak ada kebocoran ,tidak ada lagi air yang akan mengalir dari labu ke gelas piala .
  7.jepit selang karet dengan klem penjepit ,dan kosong kan gelas piala .

B.Percobaan
  1.dalam keadaan bersih dan kering ,timbang  tabung reaksi pyrex 200 mm  dalam keadaan kosong menggunakan neraca dengan ketelitian 0,001 g.
  2. tmbang  sekitar 0,2 g KCLO3 dengan ketelitian 0,001 g dalam tabung reaksi lalu tambah kan 0,03 g MNO2.
  3.homogenkan KCLO3 dengan MNO2 dalam tabung reaksi.
  4.pasang  tabung reaksi yang berisi KCLO3 dan MNO2 menggantikan tabung reaksi kosong pada alt yang telah di siapkan .
  5.dengan api spritus panaskan dasar tabung reaksi yang mengandung campuran KCLO3 dan MNO2 sekitar 1 menit , dan buka klem penjepit .
  6.lanjutkan pemanasan  hingga tiadak ada  lagi air yang mengalir dari selang karet  ke gelas piala (selam pengaliram air , tekanan dalam alat dan udara di usaha kan sama ,dengan cara mengatur tinggi permukaan air didalam labu dan gelas piala ).
  7.setelah tidak ada lagi air yang menentes (sekitar 30 menit pemanasan )  selang karet di jepit kembali dan padam kan api .
  8.Air dari gelas kimia di ukur volume nya dengan gelas ukur,dan catat suhu air ini.
  9.setelah tabung reaksi dingin ,lepaskan tabung reaksi dan bersih kan lalu di timbang dengan ketelitian 0,001 g .
  10.catat tekanan dan suhu udara di laboratorium.



V. HASIL PENGAMATAN
1.Pengamatan ilmiah
A.Demontrasi oleh asisten
   1.warna biru yang sirna
     Pengamatan                                                                                      Hipotesis
  
   2.Asbut tembaga
     Pengamatan                                                                                      Hipotesis
  
   3.Busa hitam
     Pengamatan                                                                                      Hipotesis
  

   4.Kalor
     Pengamatan                                                                                       Hipotesis
  
   5.Bahaya air 
     Pengamatan                                                                                        Hipotesis



B.Percobaan oleh pratikan
   1.Panas dan Dingin
     Pengamatan                                                                                          Hipotesis

   2.Aktif dan tidak aktif
     Pengamatan                                                                                          Hipotesis

   3.Paku tembaga
     Pengamatan                                                                                         Hipotesis

   4.Ada dan hilang
     Pengamatan                                                                                          Hipotesis
STOIKIOMETRI :PENGUKURAN KCLO3

1.Massa tabung reaksi pyrex +KCLO3
2.Massa tabung reaksi pyrex
3. Massa KCLO3 (g)
4. Massa KCLO3+ MNO2(g)
5.Suhu air (c)
6.Tekanan uap air (mmHg)
7. Tekanan udara (mmHg)
8.Volume air yang pindah (bobot jenis H2O 1,00g/ml)
9. Volume O2 yang timbul (I)
10. Massa tabung reaksi  pyrex dan perlengkapan nya
      setelah pemanasan (g)

A.Koefisien reaksi pengurain KCLO3
1.Mol KCLO3
2.Mol O2
3.Mol KCL
4.Persamaan reaksi penguraian KCLO3
   KCLO3 –KCL+O2
B.Volume molar O2 dan /dalam KCLO3
1.Tekanan dari O2 kering
2.Volume O2 pada STP
3. Mol O2 yng timbul (mol)
4. Volume molar O2(1/mol) pada STP
5. Volume molar rata-rata dari O2 (1/mol) pada STP
6.persentase O2 dalam KCLO3




VI. Pembahasan
-Pengamatan ilmiah
   Pada percobaan I ini tentang pengamatan ilmiah kami melakukan 9 percobaan percobaan tersebut terbagi 2 yaitu 5 merupakan demontrasi oleh asisten  dan 4 percobaan lainnya lagi pratikum
  * Demontrasi oleh asisten terdiri dari
     ^ warna biru yang sirna
        10 g glukosa dalam 300 ml KOH 0,5 M dan 10 ml larutan biru     metil 0,1g/1 di campurkan dalam labu Florence lalu di kocok sampai homogen sihingga warna birunya sirna warnanya yang semula biru pekat setelah di kocok jadi biru muda lalu bening dan akhirnya kuning
     ^Asbut atau smog  tembaga
       Logam tembaga di rendam  dengan asam nitrat  dalam erlemeyer sehahurnya percobaan ini di lakukan di lemari asam karena HNO3 merupakan salah satu bahan kimia berbahaya namun kami melakukan nya hanya di luar ruangan .jika di lemari asam hany bias di lakukan oleh satu orang hipotesis dari percoban ini yaitu : 
Cu+4HNO3 àCu(NO3)2+H2 menurut teori reaksinya : Cu+4HNO3 àCu(NO3)2+2NO2+2h2O
  ^ Busa hitam
   Glukosa di tambahkan dengan H2SO4 pada percobaan yang kami lakukan yang terjadi hanya glukosanya yang larut sedangkan busa hitamnya tidak terbentuk ,jadi percobaan ini tidak berhasil.
  ^ Bahaya air
   Amonium nitrat sebanyak 1,5 gr di taburi zink lalu semprotkan air ke dalam campuran bahan kimia tadi namun percobaan ini juga tidak berhasil karena terjadi hanya gelembung-gelembung kecil .dan juga tidak ada terasa panas atau  reaksi lainnya.
  ^ Kalor
   Kami tidak melakukan percobaan ini ,kami hanya di minta mencari literature tentang hal ini dari literatur kami dapat kan alcohol dengan rantai karbon yang panjang semakin sukar larut dalam air tapi etanol dapat larut dengan sempurna dalam air sehingga kalau di bakar dapat menghasilkan gas CO2.
 Percobaan oleh pratikum
a.Panas dan dingin
   NaCl di tambah kan air dalam tabung reaksi sehingga tabung reaksi terasa dingin dan larutan berwarna putih reaksi melepaskan panas ini di sebut reaksi endoterm .CaCl2 di tambahkan air dalam tabung reaksi dan terasa panas dan larutan berwarna keruh ,reaksi ini menghasilkan panas .
b.Aktif dan tidak aktif
   Paku besi dan sekeping logam kalsium di rendam dalam air maka pada percobaan ini akan terjadi gelembung gelembung kecil lama kelamaan paku akan jadi karatan .
c.Paku tembaga
   Pada percobaan ini besi di masukkan ke dalam larutan tembaga (II) sifat setelah di biarkan beberapa menit dari pengamatan  kami,paku mengalami karatan .
e.Ada dan hilang
   AgNO3 Ki lalu aduk setelah itu amati maka akan Nampak ada endapan .
Percobaan II stoikiometri penguraian KCLO3
   Untuk melakukan percobaan ini mula-mula kami menimbang massa tabung reaksi pyrex ,di dapat kan massa tabung reaksi tersebut 30,9 gr  setelahdi dapat massa tabung reaksi kami menimbang KClO3 sebanyak 2 gr dan MnO2 sebanyak 0,3 gr pada percobaan ini MnO2 brfungsi sebagai katalis .kemudian kami memasukkan KClO3 dan Mno2 ke dalam tabung reaksi lalu di kocok sampai homogen. selanjutnya merangkai alat seperti terlampir pada prosedur kerja bagian persiapan alat ,setelah itu mulai memanas kan dasar tabung reaksi dengan pemanas  spritus sekitar 1 menit campuran KCLO3 dan MnO2 mulai mendidih dan menimbulkn uap air dalam tabung reaksi dan selang karet.tetapi beberapa saat ternyata aluminium foil yang digunakan menutup tabung reaksi bocor sehingga uap air tersebut ada yang keluar dari tabung.
   Setelah beberapa lama pemanasan tidak ada air menetes dari tabung reaksi ke gelas piala melalui selang karet ,hal ini bias terjadi kemungkinan karena adanya kebocoran pada penutup tabung reaksi tadi,sehingga percobaan kami ini gagal maka untuk mencapai tujuan pratikum ini kami di mintak untuk meminjam data ,data tersebut di dapatkan
   Massa tabung pyrex :39,5 gr
   Massa KClO3         : 0,2 gr
   Massa KClO3+MnO2: 0,23 gr
   Suhu air                  : 29
   Tekanan uap air                               : 30,04 mmHg
   Volume air yang pindah                 : 45 ml
   Massa reaksi setelah pemanasan : 39,6 gr
   Secara teori maka dapat di hitung hal-hal yang menyangkut percobaan ini dari data tersebut.
               2KCLO3 à 2KCl +3 O2
Reaki disetarakan di gunakan cara perbandingan koefisien.
*mol KClO3 =massa/Mr                                                           *Massa O2 = 0,0024 x 32
           =0,2/122,5                                                                             =0,078 gr
           =0,0016 mol                                                                   *massa KCl = 0,0016 x 75
*mol O2  = 3/2 x 0,0016                                                                             =0,1123 gr
      =0,0024 mol
*mol KC l = 2/2 x  0,0016
       =0,0016 mol
Persamaan rx penguraian KClO3                                              Perbandingan mol
   2KCLO3 à 2KCl +3 O2                                                      KCLO3 : KCl : O2
                                                                                                          2          2      3
*Volume molar o2 dan % dalam KClO3
~Tekanan O2 kering = Ptotal – PH2O
                       = Pudara – Psuhu percobaan
                       = 760 mmHg – 30,04 mmHg
                       = 729,96 mmHg
~Volume O2 Pada STP                                                 ~Volume molar O2
PV = nRT                                                                          =VO2/nO2
n = PV/RT =0,96047.0,045/0,082.302                              =0,039/0,001668
       =0,001668 mol                                                =23,38~224
~Persentase O2 dalam KClO3
  Massa KClO3 = 0,2 gr
  Massa O2 = 0,1 gr
   % = 0,1x100%/0,2
       =50 %
DISKUSI
1.Pengamatan ilmiah
   Dalam percobaan yang kami lakukan terdapat beberapa kegagalan yang di sebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam pengamatan dalam menimbang zat dan penggunaan alat.
a.Warna biru yang sirna
   Larutan biru yang terdapat dalam labu Florence di kocok berubah warna dari biru pekat menjadi biru muda kemudian bening dan terakhir larutan tersebut berwarna kuning ,hal ini terjadi karena larutan biru metil bereaksi dengan kolt.
b.Asbut tembaga
   Tembaga yang direaksikan dengan HNO3 mengeluarkan asp coklat yang bebau,larutan menjadi berwarna hijau dan terdapat sedikit gelembung.
Rx Cu + 4HNO3 à Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2 H2O
c.Busa hitam
   Glukosa yang di tambahkan asam sulfat pekat pada percobaan tidak menghasilkan busa hitam .hal ini di sebabkan karena pada percobaan ini kami menggunakan glukosa bukan gula pasir .
d.Kalor
   Percobaan ini tidak kami lakukan.
e.Bahaya air
   Amonium nitrat yang ditaburkan serbuk zink kemudian di semprotkan  air ,menimbulkan gas seharusnya terjadi ledakan kecil,tetepi pada percobaan itu tidak terjadi,hal ini di sebabkan kurangnya serbuk zink.
f.Panas dan dingin
   Setelah NH4Cl dan CaCl2 di tambahkan dengan air pada bagian bawah tabung reaksi dingin dan panas .hal ini terjadi karena ada rx  endoterm dan eksoterm.
g.Aktif dan tidak aktif
   Dalam percobaan ini paku berkarat dan terdapat gelombang dan dapat kami simpulkan Ca aktif dan paku besi tidak aktif.
h.Paku tembaga
   Dalam percobaan ini ,paku berkarat dan terdapat setelah paku di rendam karena paku tersebut mengalami oksidasi.
i.Ada dan hilang
   Setelah AgNo3 di tambahkan KI warna larutan lama –kelamaan berubah warna menjadi kuning kehijauan.
2.Stoikiometri : Penguraian KClO3
   Dalam percobaan ini kami mengalami kegagalan yang di sebabkan oleh bberapahal antara lain:
1.Katalis yang di gunakan dalam reaksi ini terlalu sedikit sehingga reaksi sangat lambat.
2.Aluminium foil yang di gunakan untuk tabung reaksi mengalami kebocoran sehingga uap yang di hasilkan keluar dan tidak mengalir melalui selang karet.
3.Pemanasan yang dilakukan kurang lama dn sering terhenti .

KESIMPULAN
   Dari percobaan tentang pengamatan ilmiah dan stoikiometri penguraian KClO3 yang telah di lakukan ,maka dapat di simpulkan sebagai berikut :
1.Pratikan dapat memperoleh pengalaman dalam mencatat dan menjelaskan pengamatan percobaan .
2.Bisa mengembangkan kEtrampilan dalam menangani alat kaca dan mengalaihkan bahan kimia padat  maupun cair
3.Pratikan telah membiasakan diri dengan tata cara keselamatan kerja di laboraturium.
4. Menentukan koefisien reaksi penguraian KCLO3 denagn cara menyetarakan reaksi dan perbandingan mol
5. Volume molar gas oksigen pada keadaan STP dapat di hitung dengan rumus VO2/nO2
6.Persentase O2 dalam KCLO3 dapat di hitung dengan rumus Masaa O2x100%/Massa KClO3



DAFTAR PUSTAKA
Epinur, dkk.2013.Penuntun pratikum kimia dasar. Jambi: Universitas Jambi
Hiskia,A. 1992. Kimia Dasar I. Jakarta: Universitas Terbuka
Micheal, purba, dkk. 2000. Kimia SMA 2B. Jakarta: Erlangga
Ralph H petrucci,dkk 1985.Kimia Dasar Edisi Ke-4 Jilid I. Jakarta: Erlangga



PERTANYAAN PRA PRAKTEK
1.Dengan kata-kata sendiri definisikan istilah berikut:
Kimia ,percobaan,hipotesis ,ilmu,hokum ilmiah ,metode ilmiah ,teori.
JAWAB
:
-Kimia adalah cabang ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang materi ,baik itu tentang susunan,struktur,sifat dan perubahan materi,serta energy yang menyertai perubahan materi tersebut.
-Percobaan adalah suatu usaha yang di lakukan untuk menguji ,menganalisis suatu masalah atau hal sehingga di dapat kebenaran nya .
-Hipotesis adalah fakta –fakta yang belum teruji kebenarannya secara empiris  maka penjelasan rasional yang di ajukan hanya bersifat  sementara .
-Ilmu adalah dasar untuk mempelajari sebuah atau suatu masalah
-Hukum ilmiah adalah data yang terkumpul disusun yang menjadi pernyataan umum yang di simpulkan dari fakta percobaan .
-Metode ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mendapat kan suatu kebenaran yang berlaku umum dari pengamatan.
-teori adalah suatu penuntun untuk melakukan exsperimen baru yang menghasilkan fakta baru,hokum baru dan akhir nya teori baru.
2. Mana dari bahan kimia berikut yang perlu di tangani dengan hati-hati dan sebutkan bahaya nya :
   Asam pekat,Alkohol,Amonium nitrat,Kalsium klorida ,Bahan kimia organik,Air suling ?
JAWAB
-Kalsium klorida Bahaya nya: Kulit mengelupas ,dan iritasi
-Asam pekat Bahaya nya: Kulit terbakar dan iritasi
-Alkohol Bahaya nya : Mudah terbakar
-Amonium nitrat Bahaya nya : Iritasi kulit bila terkena mata akan tersa pedih
-Bahan kimia organik Bahaya nya : Pusing dan mual
3.Apa yang anda lakukan bila bahan kimia terpecik ke mata ?
JAWAB
Jika bahan kimia mengenai mata ,segelah mencuci mata dengan air sebanyak banyak nya  dan setelah itu segelah periksa ke dokter mata
4.Tuliskan persamaan  reaksi kimia untuk reaksi kimia yang terjadi bila sampel KCLO3 dipanaskan ?
JAWAB:
5.Apa  gunanya MNO2 yang di tambah kan pada KCLO3 sebelum di panaskan ?
JAWAB:
Sebagai katalisator yang mempercepat laju reaksi zat tersebut walupun MNO2 tidak ikut bereaksi
6.Tuliskan kegunaan KCLO3 dalam industri ?
JAWAB:
-Pupuk HCL
-Bidang farmasi
-Pelapis korek api pada pembuatan korek api
-Kembang api
-Bahan peledak
Pertanyaan pasca praktek
A.Pengamatan ilmiah
 1.Benar(B) atau salah (S) –kah pernyataan ini ?
     a.Kaca mata pelindung tidak berguna bagi pekerja di laboraturium
     b.Semua bahan kimia di anggap berbahaya
     c.Semua reaksi yang menggunakan bahan kimia yang mengiritasi kulit atau berbahaya ,harus di   
        lakukan di lemari asam
     d.Bila menyisipkan pipa kaca atau thermometer ke dalam gabus ,gunakan bahan pelumas mesin
        motor.
     e.Buang lah sisa reagen cair ke dalam bak cuci dan siram  denagn air yang banyak.


2.sesudah menyelesaikan percobaan dan memeriksa data,apalagi yang perlu anda kerjakan ?Membereskan dan membersihkan alat-alat partikum yang sudah di gunakan dan juga membersihkan tempat pratikum kemudian membuat laporan sementara setelah itu barulah membuat laporan pratikum.
3.Anda di beri 9 keping unag logam dan sebuah neraca palang salah satu keeping lebih ringan dari delapan lainnya yang bobotnya sama .bagaimana anda menetapkan kepingan mana yang ringan hanya dengan melakukan dua kali penimbangan ? dengan melakukan penafsiran dan juga dengan melakukan perhitungan rata-rata di hasilkan hasil yang akurat.
B.Stoikiometri : Penguraian KCLO3
 1.Gas oksigen sedikit larut dalam air ,Apakah keadaan ini akan mempengaruhi jumlah KClO3 yang terurai dalam campuran yang sudah anda laporkan ?jelaskan
Ya,apabila gas O2 sedikit larut dalam air maka O2 akan lebih banyak bercampur dalam KCl di mana mol KClO3 terpengaruh oleh nilai MrO2.
2.a.bila ketinggian air di luar tabung reaksi pengumpul gas lebih tinggi dari pada yang di luar apakah ini di sebabkan oleh tekanan gas o2 lebih tinggi tau lebih rendah dari pada tekanan udara ? jelaskan
Tekanan O2 lebih kecil dari tekanan udara karena tekanan O2 di tabung reaksi pengumpul gas di pengaruhi oleh suhu dan volume air  sehingga semakin tinggi volum semakin kecil tekana O2 dari pada tekanan udara
   b.Bila anda menyetarakan tekanan gas pada pertanyaan za apakah volume gas O2 bertambah atau berkurang ?
Berkurang ,karena semakin tinggi tekanan O2 maka volume gas O2 semakin berkurang dengan persamaan gas ideal : PV  = nRT = P V =nRT/P
   c.Andaikan anda tidak menyetarakan tekanan tetapi mengambil tekanan O2 sama dengan tekanan udara luar.apakah jumlah mol O2 yang timbul lebih besar atau llebih kecil dari pada yang sebenarnya ? jelaskan
Lebih besar karena tekanan udara lebih besar sehingga mol O2 bertambah ,semakin tinggi tekanan semakin besar nilai molnya .
3. Bila udara memasuki tabung reaksi pengumpul gas ,bagaimana hal ini dapat mempengaruhi jumlah mol KClO3 yang terurai ? jelaskan ?
Udar yang memasuki tabung reaksi pengumpul reaksi gas itu adalah bagian dari KCLO3 yang terurai