PERCOBAAN
I
PENGAMATAN
ILMIAH dan STOKIOMETRI: PENGUKURAN KCLO3
I. Tujuan
1) Memperoleh
pengalaman dalam mencatat dan menjelaskan pengamatan percobaan .
2)
Mengembangkan ktrampilan
dalam menangani alat kaca dan mengalaihkan bahan
3) kimia
padat maupun cair
4) Membiasakan
diri dengan tata cara keselamatan kerja di laboraturium.
5) Menentukan
koefisien reaksi penguraian KCLO3
6) Menghitung
volume molar gas oksigen pada keadaan STP
7)
Menghitung persentase
O2 dalam KCLO3
II. Landasan Teori
Ilmu kimia adalah suatu
ilmu pengetahuan kuantitatif dalam ilmu pengetahuan alam bertanya dan menjawab merupakan proses
yang sangat penting .dalam ilmu kimia pertanyaan yang di ajukan bukan hanya apa
hasil nya suatu reaksi ,tetapi juga tentang berapa banyak nya hasil reaksi yang
di hasil kan dari beberapa zat-zat beraksi. Dalam ilmu kimia stoikiometri
adalah bidang yang mempelajari aspek kuantatif stoikiometri berasal dari kata
yunani stoicheon dan metrain.stoicheon bearti unsur dan metrain bearti mengukur
.hal yang berhubungan dengan kuantitas perubahan kimia selain dari pada massa
adalah kuantitas energy seperti kalor ,cahaya atau listrik atau volume pereaksi jika menyangkut reaksi gas (Micheal purba
,2000).
Kajian
tentang hubungan bobot dalam reaksi –reaksi kimia di sebut stoikiometri yang
bearti mengukur unsur.topik ini merupakan da sar untuk menentukan komponen senyawa dan
campuran dan dapat di gunakan untuk memperkirakan hasil dalam pembuatan senyawa
kimia .perhitungan ini merupakan dasr dari konsep mol dan di gunakan untuk
menyeimbang kan persamaan kimia . zat yang di hasil kan dari penguraian termal
KClO3 adalah zat padat KCl dan gas O2 dengan mengguanakan
katalis MnO2.
Untuk
menentukan stoikiometri pada reaksi ini ,anda perlu memperoleh jumlah mol O2
yang di bebaskan ,yang dapat di hitung dari gas ideal n=P.V/RT.sehingga di
perlukan informasi tentang tekanan ,volume dan suhu dari gas oksigen.
Karena
volume oksigen yang di hasil kan di ukur dengan cara pemindahan air,uap air
juga aka nada dalam gas ,percobaan di rancang sedemikian ,sehingga tekanan
total oksigen dan air dapat anda ukur kuantitasnya dengan barometer .tekanan
parsial oksigen dalam labu dapat di hitung dari tekanan total dan tekanan uap
air.
PO2 = Ptotal-PH2O
Kita juga dapat menentukan koefisien reaksi
penguraian KClO3 dan dapat menetukan volume gas molar oksigen .
VO2/NO2=
volume molar O2
VO2(pada STP)=VO2xPO2(mmHg)/760(mmHg)x273/TO2(k)
Disamping
itu ,kita juga dapat menghitung persentase O2 dalam KClO3
(Drs
Epinur,2013 hal 18-19)
Stoikiometri
berkaitan dengan hubungan kuantitatif antar unsur dalam suatu senyawa dan antar zat dalam suatu reaksi .istilah itu berasal
dari bahasa yunani,yaitu stoicheon dan metrain.stoicheon bearti unsur dan
metrain bearti mengukur.dasar dari semua hitungan stoikiometri adalah
pengetahuan tentang massa atom dan massa molekul. Stoikiometri (komposisi ) suatu senyawa dinyatakan dalam
rumus kimianya misalnya garam yang
dinyatakan oleh rumus NaCl. penetapan rumus kimia senyawa memerlukan informasi
tentang 3 hal
yaitu
:
1.Jenis unsur penyusun senyawa
2.perbandingan massa atom unsur
penyusun senyawa
3.Perbandingan massa atom unsur
penyusun senyawa
(Hiskia ,1993)
Dalam
ilmu kimia kita perlu memahami dan mengetahui jumlah partikel dalam massa atau
volum tertentu zat yang kita ukur.konsep mol merupakan jembatan yang
menghubungkan massa zat dengan jumlah partikel nya .artinya dengan konsep mol
kita dapat mengetahui jumlah partikel yang terkandung dalam massa tertentu
zat,misalnya jumlah molekul dalam 1 gram air atau jumlah atom dalam 2 gram
besi.
Hubungan
kuantatif antara pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan kimia berimbang
memberikan dasar stoikiometri.perhitungan stoikiometri mengharuskan penggunaan
bobot atom unsure dan bobot molekul senyawa .bobot atom molekul biasanya di papar kan dalam satuan massa atom.dalam 1
gram senyawa terdapat 6,022x10 satuan massa yang di sebut bilangan Avogadro
.banyaknya zat yang mengandung 6,022x10 satuan (atom molekul dst)zat itu di sebut
1 mol massa (bobot).satu mol zatapa saja di sebut bobot molar yang dalam gram
sama banyak dengan bobot molekul dalam satuan massa atom. stoikiometri
memungkinkan dihitung empiris dari susunan persentase yang di tentukan dengan
exsperimen dua metode klasik untuk melakukan percobaan ini ialah analisis pengendapan dan analisis pembakaran .
Ilmu
kimia mempelajari tentang peristiwa kimia yang di tandai dengan berubah nya
suatu zat menjadi zat lain.langkah umum dalam metode ilmiah adalah mengadakan
pengamatan,merumuskan hipotesis ,melakukan percobaan ,menarik kesimpulan dan
membuat laporan.
1.Mengadakan pengamatan
Dalam
mengadakan pengamatan,kita melakukan percobaan dengan keadaan yang di
kendalikan agar di dapat data yang sama bila percobaan di ulang .data yang
terkumpul kemudian di susun sedemikian rupa sehingga ditemukan hal yang
menarik pernyataan umum yang di simpul
kan dari fakta percobaan di sebut hokum alam .
2.Merumuskan Hipotesis
Hukum
biasanya di ungkapkan dalam pernyataan sederhana atau berupa hubungan satu
besaran dengan besaran lain,tetapi tidak berisi penjelasan kenapa terjadi
demikian penjelasan yang dapat di terima
adalah yang masuk akal dan telah teruji kebenaran nya .oleh sebab itu ,di
perlukan penjelasan sementara yang di
sebut hipotesis .
3.Melakukan percobaan
Penelitian terhadap suatu objek,untuk
mengetahui kebenaran suatu hipotesis
4.Menarik kesimpulan
Menarik
kesimpulan untuk mendapatkan suatu teori adalah puncak kegiatan dalam metode
ilmiah
5.Membuat laporan
Langkah
terakhir dalam metode ilmiah adalah membuat laporan agar ahli lain mengetahui
hasil temuannya. Salah satu aspek
penting dari reaksi kimia adalah hubungan kuantatif antara zat-zat yang terlihat dalam reaksi kimia.baik sebagai
pereaksi maupun sebagai hasil reaksi stoikiometri merupakan bidang dalam ilmu kimia yang menyangkut
hubungan kuantatif antara zat-zat yang terlihat dalam reaksi kimia.baik sebagai
pereaksi maupun sebagai hasil reaksi.stoikiometri juga menyangkut hubungan
perbandingan atom antar unsure –unsur dalam suatu rumus kimia .misalnya
perbandingan atom H dan atom O dalam
molekul H2O (Ralph ,1985)
III. Alat Dan Bahan
-Pengamatan
ilmiah
#Alat
#Bahan
-Sudip
-Amonium klorida (NH4CL)
-Tabung
reaksi -Kalsium klorida
(CACL)
-Gelas
piala
-Air
-Paku besi
-Larutan tembaga (II) sulfat (CUSO4)
-Logam
-10 ml merkuri (II)nitrat(Hg(NO3)2)
-Paku
tembaga
-20 ml larutan kalium lodida (KI)
-Gelas ukur -30
ml larutan kalium lodida (KI)
-Pengaduk
-Alkohol
-Tabung
erlemeyer -Amonium nitrat
-Stoikimetri
#Alat
#Bahan
-Labu
Florence
-Air secukupnya
-Klem
penjepit -0,2
g KCLO3
-Selang
karet
-0,03 g MNO2
-Pipa kaca
-Tabung reaksi
-Gelas piala
-Timbangan
(neraca ) ketelitian 0,0019
-Lampu spritus
-Termometer
IV. Prosedur Kerja
-Pengamatan
ilmiah
A.Demontrasi
oleh dosen
1.Warna biru yang sirna .larutan biru (10 g
glukosa dalam 300 ml KOH 0,5 M dan 10 ml larutan biru metil 0,1g/1) ada di dalam labu Florence
tertutup (kapasitas 1000 ml).Angkat lah labu dan kocok satu kali dengan ibu
jari tetap memegangi tutup.
2.Asbut (smog) tembaga .masukan sekeping
logam tembaga ke dalam erlemeyer besar.tuangkan asam nitrat pekat ke dalam labu sampai seluruh kepingan logam terendam ,lalu tutup labu
rapat –rapat.
3.Busa hitam .Masukan gula pasir ke dalam gelas piala 150 ml sampai setengah
terisi.tambah kan 15 ml asam sulfat
pekat dan aduk hati-hati dengan pengaduk kaca .
4.Kalor.Tambah kan 40 ml etanol pada 60 ml
air dalam 150 ml gelas piala .ambilah kertas saring dan rendam dalam larutan
alkohol.peras kelebihan larutan,bentang kan pada kaca arloji,lalu bakar.
5.Bahay air.gerus sekitar 3 g ammonium nitrat
dalam lumpang .ahlih kan serbuk ke dalam cawan
penguap.tarbur kan serbuk zink segar pada serbuk ammonium nitrat .mundur
beberapa langkah dan semprotkan air dari
botol semprot kepada campuran bahan kimia tadi.
B.Percobaan
oleh pratikum
1.Panas dan dingin.Masukkan seujung sudip
ammonium klorida ke dalam tabung reaksi dan kalsium klorida ke dalam tabung
reaksi lain.isilah tabung sampai setengahnya dengan air .peganglah bagian bawah
tabung
2.Aktif dan tidak aktif.isilah gelas piala
(250ml) dengan air sampai setengah nya .masukkan sebuah paku besi dan sekeping
logam kalsium dalam air
3.Paku tembaga .isilah setengah gelas piala
(250 ml)dengan larutan tembaga (II)
sulfat.masukkan sebuah paku besi kedalam nya .tunggu beberapa menit lalu catat
pengamatan
4.ada dan hilang .masukkan sekitar 10 ml merkuri (II) nitrat ke dalam gelas ukur.
Tambahkan 20 ml larutan kalium iodida ke dalam gelas ukur tersebut .amati dan
catat .Tambah kan lagi 30 ml kalium iodida ke dalam gelas ukur ,dan aduk isi
nya .
STOIKIOMETRI:
PENGURAIAN KCLO3
A.Persiap
alat
1.pasang lah alat
2.tes alat terhadap kebocoran , menggunakan
cara dan langkah 3-6.
3.isi lah labu Florence dengan air hingga
hampir penuh dan buka klem penjepit.
4.lepaskan selang karet bagian atas labu
Florence yang berhubungan dengan tabung reaksi.tiup lah melalui pipa kaca
hingga selang karet terisi penuh air.air akan mengaliar dari labu ke gelas
piala .
5.hubung kan kembali selang karet dengan pipa
kaca pendek pada labu Florence,selama air masih mengalir .
6. jika tidak ada kebocoran ,tidak ada lagi
air yang akan mengalir dari labu ke gelas piala .
7.jepit selang karet dengan klem penjepit
,dan kosong kan gelas piala .
B.Percobaan
1.dalam keadaan bersih dan kering
,timbang tabung reaksi pyrex 200 mm dalam keadaan kosong menggunakan neraca
dengan ketelitian 0,001 g.
2. tmbang
sekitar 0,2 g KCLO3 dengan ketelitian 0,001 g dalam tabung reaksi lalu
tambah kan 0,03 g MNO2.
3.homogenkan KCLO3 dengan MNO2 dalam tabung
reaksi.
4.pasang
tabung reaksi yang berisi KCLO3 dan MNO2 menggantikan tabung reaksi
kosong pada alt yang telah di siapkan .
5.dengan api spritus panaskan dasar tabung
reaksi yang mengandung campuran KCLO3 dan MNO2 sekitar 1 menit , dan buka klem
penjepit .
6.lanjutkan pemanasan hingga tiadak ada lagi air yang mengalir dari selang karet ke gelas piala (selam pengaliram air ,
tekanan dalam alat dan udara di usaha kan sama ,dengan cara mengatur tinggi
permukaan air didalam labu dan gelas piala ).
7.setelah tidak ada lagi air yang menentes
(sekitar 30 menit pemanasan ) selang
karet di jepit kembali dan padam kan api .
8.Air dari gelas kimia di ukur volume nya
dengan gelas ukur,dan catat suhu air ini.
9.setelah tabung reaksi dingin ,lepaskan
tabung reaksi dan bersih kan lalu di timbang dengan ketelitian 0,001 g .
10.catat tekanan dan suhu udara di laboratorium.
V. HASIL PENGAMATAN
1.Pengamatan
ilmiah
A.Demontrasi
oleh asisten
1.warna biru yang sirna
Pengamatan
Hipotesis
2.Asbut tembaga
Pengamatan
Hipotesis
3.Busa hitam
Pengamatan
Hipotesis
4.Kalor
Pengamatan
Hipotesis
5.Bahaya air
Pengamatan
Hipotesis
B.Percobaan
oleh pratikan
1.Panas dan Dingin
Pengamatan
Hipotesis
2.Aktif dan tidak aktif
Pengamatan
Hipotesis
3.Paku tembaga
Pengamatan
Hipotesis
4.Ada dan hilang
Pengamatan
Hipotesis
STOIKIOMETRI
:PENGUKURAN KCLO3
1.Massa
tabung reaksi pyrex +KCLO3
2.Massa
tabung reaksi pyrex
3.
Massa KCLO3 (g)
4.
Massa KCLO3+ MNO2(g)
5.Suhu
air (c)
6.Tekanan
uap air (mmHg)
7.
Tekanan udara (mmHg)
8.Volume
air yang pindah (bobot jenis H2O 1,00g/ml)
9.
Volume O2 yang timbul (I)
10.
Massa tabung reaksi pyrex dan
perlengkapan nya
setelah pemanasan (g)
A.Koefisien
reaksi pengurain KCLO3
1.Mol
KCLO3
2.Mol
O2
3.Mol
KCL
4.Persamaan
reaksi penguraian KCLO3
KCLO3 –KCL+O2
B.Volume
molar O2 dan /dalam KCLO3
1.Tekanan
dari O2 kering
2.Volume
O2 pada STP
3.
Mol O2 yng timbul (mol)
4.
Volume molar O2(1/mol) pada STP
5.
Volume molar rata-rata dari O2 (1/mol) pada STP
6.persentase
O2 dalam KCLO3
VI. Pembahasan
-Pengamatan
ilmiah
Pada percobaan I ini tentang pengamatan
ilmiah kami melakukan 9 percobaan percobaan tersebut terbagi 2 yaitu 5
merupakan demontrasi oleh asisten dan 4
percobaan lainnya lagi pratikum
* Demontrasi oleh asisten terdiri dari
^
warna biru yang sirna
10 g glukosa dalam 300 ml KOH 0,5 M dan
10 ml larutan biru metil 0,1g/1 di
campurkan dalam labu Florence lalu di kocok sampai homogen sihingga warna
birunya sirna warnanya yang semula biru pekat setelah di kocok jadi biru muda
lalu bening dan akhirnya kuning
^Asbut atau smog tembaga
Logam tembaga di rendam dengan asam nitrat dalam erlemeyer sehahurnya percobaan ini di
lakukan di lemari asam karena HNO3 merupakan salah satu bahan kimia berbahaya
namun kami melakukan nya hanya di luar ruangan .jika di lemari asam hany bias
di lakukan oleh satu orang hipotesis dari percoban ini yaitu :
Cu+4HNO3
àCu(NO3)2+H2
menurut teori reaksinya : Cu+4HNO3 àCu(NO3)2+2NO2+2h2O
^ Busa hitam
Glukosa di tambahkan dengan H2SO4 pada
percobaan yang kami lakukan yang terjadi hanya glukosanya yang larut sedangkan
busa hitamnya tidak terbentuk ,jadi percobaan ini tidak berhasil.
^ Bahaya air
Amonium nitrat sebanyak 1,5 gr di taburi zink
lalu semprotkan air ke dalam campuran bahan kimia tadi namun percobaan ini juga
tidak berhasil karena terjadi hanya gelembung-gelembung kecil .dan juga tidak
ada terasa panas atau reaksi lainnya.
^ Kalor
Kami tidak melakukan percobaan ini ,kami
hanya di minta mencari literature tentang hal ini dari literatur kami dapat kan
alcohol dengan rantai karbon yang panjang semakin sukar larut dalam air tapi
etanol dapat larut dengan sempurna dalam air sehingga kalau di bakar dapat
menghasilkan gas CO2.
Percobaan oleh pratikum
a.Panas
dan dingin
NaCl di tambah kan air dalam tabung reaksi
sehingga tabung reaksi terasa dingin dan larutan berwarna putih reaksi
melepaskan panas ini di sebut reaksi endoterm .CaCl2 di tambahkan air dalam
tabung reaksi dan terasa panas dan larutan berwarna keruh ,reaksi ini
menghasilkan panas .
b.Aktif
dan tidak aktif
Paku besi dan sekeping logam kalsium di
rendam dalam air maka pada percobaan ini akan terjadi gelembung gelembung kecil
lama kelamaan paku akan jadi karatan .
c.Paku
tembaga
Pada percobaan ini besi di masukkan ke dalam
larutan tembaga (II) sifat setelah di biarkan beberapa menit dari
pengamatan kami,paku mengalami karatan .
e.Ada
dan hilang
AgNO3 Ki lalu aduk setelah itu amati maka
akan Nampak ada endapan .
Percobaan
II stoikiometri penguraian KCLO3
Untuk melakukan percobaan ini mula-mula kami
menimbang massa tabung reaksi pyrex ,di dapat kan massa tabung reaksi tersebut
30,9 gr setelahdi dapat massa tabung
reaksi kami menimbang KClO3 sebanyak 2 gr dan MnO2 sebanyak 0,3 gr pada
percobaan ini MnO2 brfungsi sebagai katalis .kemudian kami memasukkan KClO3 dan
Mno2 ke dalam tabung reaksi lalu di kocok sampai homogen. selanjutnya merangkai
alat seperti terlampir pada prosedur kerja bagian persiapan alat ,setelah itu
mulai memanas kan dasar tabung reaksi dengan pemanas spritus sekitar 1 menit campuran KCLO3 dan
MnO2 mulai mendidih dan menimbulkn uap air dalam tabung reaksi dan selang
karet.tetapi beberapa saat ternyata aluminium foil yang digunakan menutup
tabung reaksi bocor sehingga uap air tersebut ada yang keluar dari tabung.
Setelah beberapa lama pemanasan tidak ada air
menetes dari tabung reaksi ke gelas piala melalui selang karet ,hal ini bias
terjadi kemungkinan karena adanya kebocoran pada penutup tabung reaksi
tadi,sehingga percobaan kami ini gagal maka untuk mencapai tujuan pratikum ini
kami di mintak untuk meminjam data ,data tersebut di dapatkan
Massa tabung pyrex :39,5 gr
Massa KClO3 : 0,2 gr
Massa KClO3+MnO2: 0,23 gr
Suhu air : 29
Tekanan uap air : 30,04 mmHg
Volume air yang pindah : 45 ml
Massa reaksi setelah pemanasan : 39,6 gr
Secara teori maka dapat di hitung hal-hal
yang menyangkut percobaan ini dari data tersebut.
2KCLO3 à
2KCl +3 O2
Reaki
disetarakan di gunakan cara perbandingan koefisien.
*mol
KClO3 =massa/Mr *Massa
O2 = 0,0024 x 32
=0,2/122,5 =0,078 gr
=0,0016 mol *massa KCl = 0,0016 x 75
*mol
O2 = 3/2 x 0,0016 =0,1123 gr
=0,0024 mol
*mol
KC l = 2/2 x 0,0016
=0,0016
mol
Persamaan
rx penguraian KClO3 Perbandingan
mol
2KCLO3 à
2KCl +3 O2 KCLO3
: KCl : O2
2 2
3
*Volume
molar o2 dan % dalam KClO3
~Tekanan
O2 kering = Ptotal – PH2O
= Pudara – Psuhu percobaan
= 760 mmHg – 30,04 mmHg
= 729,96 mmHg
~Volume
O2 Pada STP ~Volume
molar O2
PV
= nRT =VO2/nO2
n
= PV/RT =0,96047.0,045/0,082.302 =0,039/0,001668
=0,001668 mol =23,38~224
~Persentase
O2 dalam KClO3
Massa KClO3 = 0,2 gr
Massa O2 = 0,1 gr
% = 0,1x100%/0,2
=50 %
DISKUSI
1.Pengamatan
ilmiah
Dalam percobaan yang kami lakukan terdapat
beberapa kegagalan yang di sebabkan oleh kurangnya ketelitian dalam pengamatan
dalam menimbang zat dan penggunaan alat.
a.Warna
biru yang sirna
Larutan biru yang terdapat dalam labu
Florence di kocok berubah warna dari biru pekat menjadi biru muda kemudian
bening dan terakhir larutan tersebut berwarna kuning ,hal ini terjadi karena
larutan biru metil bereaksi dengan kolt.
b.Asbut
tembaga
Tembaga yang direaksikan dengan HNO3
mengeluarkan asp coklat yang bebau,larutan menjadi berwarna hijau dan terdapat
sedikit gelembung.
Rx
Cu + 4HNO3 à Cu(NO3)2 + 2NO2 + 2 H2O
c.Busa
hitam
Glukosa yang di tambahkan asam sulfat pekat
pada percobaan tidak menghasilkan busa hitam .hal ini di sebabkan karena pada
percobaan ini kami menggunakan glukosa bukan gula pasir .
d.Kalor
Percobaan ini tidak kami lakukan.
e.Bahaya
air
Amonium nitrat yang ditaburkan serbuk zink
kemudian di semprotkan air ,menimbulkan
gas seharusnya terjadi ledakan kecil,tetepi pada percobaan itu tidak
terjadi,hal ini di sebabkan kurangnya serbuk zink.
f.Panas
dan dingin
Setelah NH4Cl dan CaCl2 di tambahkan dengan
air pada bagian bawah tabung reaksi dingin dan panas .hal ini terjadi karena
ada rx endoterm dan eksoterm.
g.Aktif
dan tidak aktif
Dalam percobaan ini paku berkarat dan
terdapat gelombang dan dapat kami simpulkan Ca aktif dan paku besi tidak aktif.
h.Paku
tembaga
Dalam percobaan ini ,paku berkarat dan
terdapat setelah paku di rendam karena paku tersebut mengalami oksidasi.
i.Ada
dan hilang
Setelah AgNo3 di tambahkan KI warna larutan
lama –kelamaan berubah warna menjadi kuning kehijauan.
2.Stoikiometri
: Penguraian KClO3
Dalam percobaan ini kami mengalami kegagalan
yang di sebabkan oleh bberapahal antara lain:
1.Katalis
yang di gunakan dalam reaksi ini terlalu sedikit sehingga reaksi sangat lambat.
2.Aluminium
foil yang di gunakan untuk tabung reaksi mengalami kebocoran sehingga uap yang
di hasilkan keluar dan tidak mengalir melalui selang karet.
3.Pemanasan
yang dilakukan kurang lama dn sering terhenti .
KESIMPULAN
Dari percobaan tentang pengamatan ilmiah dan
stoikiometri penguraian KClO3 yang telah di lakukan ,maka dapat di simpulkan
sebagai berikut :
1.Pratikan
dapat memperoleh pengalaman dalam mencatat dan menjelaskan pengamatan percobaan
.
2.Bisa
mengembangkan kEtrampilan dalam menangani alat kaca dan mengalaihkan bahan kimia
padat maupun cair
3.Pratikan
telah membiasakan diri dengan tata cara keselamatan kerja di laboraturium.
4.
Menentukan koefisien reaksi penguraian KCLO3 denagn cara menyetarakan reaksi
dan perbandingan mol
5.
Volume molar gas oksigen pada keadaan STP dapat di hitung dengan rumus VO2/nO2
6.Persentase
O2 dalam KCLO3 dapat di hitung dengan rumus Masaa O2x100%/Massa KClO3
DAFTAR
PUSTAKA
Epinur, dkk.2013.Penuntun pratikum kimia dasar. Jambi: Universitas Jambi
Hiskia,A.
1992. Kimia Dasar I.
Jakarta: Universitas Terbuka
Micheal, purba, dkk. 2000. Kimia SMA 2B.
Jakarta: Erlangga
Ralph
H petrucci,dkk
1985.Kimia Dasar Edisi
Ke-4 Jilid I. Jakarta: Erlangga
PERTANYAAN PRA PRAKTEK
1.Dengan
kata-kata sendiri definisikan istilah berikut:
Kimia
,percobaan,hipotesis ,ilmu,hokum ilmiah ,metode ilmiah ,teori.
JAWAB:
JAWAB:
-Kimia
adalah cabang ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang materi ,baik itu
tentang susunan,struktur,sifat dan perubahan materi,serta energy yang menyertai
perubahan materi tersebut.
-Percobaan
adalah suatu usaha yang di lakukan untuk menguji ,menganalisis suatu masalah
atau hal sehingga di dapat kebenaran nya .
-Hipotesis
adalah fakta –fakta yang belum teruji kebenarannya secara empiris maka penjelasan rasional yang di ajukan hanya
bersifat sementara .
-Ilmu
adalah dasar untuk mempelajari sebuah atau suatu masalah
-Hukum
ilmiah adalah data yang terkumpul disusun yang menjadi pernyataan umum yang di
simpulkan dari fakta percobaan .
-Metode
ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mendapat kan suatu kebenaran yang
berlaku umum dari pengamatan.
-teori
adalah suatu penuntun untuk melakukan exsperimen baru yang menghasilkan fakta
baru,hokum baru dan akhir nya teori baru.
2. Mana dari bahan kimia
berikut yang perlu di tangani dengan hati-hati dan sebutkan bahaya nya :
Asam pekat,Alkohol,Amonium nitrat,Kalsium
klorida ,Bahan kimia organik,Air suling ?
JAWAB
-Kalsium
klorida Bahaya nya: Kulit mengelupas ,dan iritasi
-Asam
pekat Bahaya nya: Kulit terbakar dan iritasi
-Alkohol
Bahaya nya : Mudah terbakar
-Amonium
nitrat Bahaya nya : Iritasi kulit bila terkena mata akan tersa pedih
-Bahan
kimia organik Bahaya nya : Pusing dan mual
3.Apa
yang anda lakukan bila bahan kimia terpecik ke mata ?
JAWAB
Jika
bahan kimia mengenai mata ,segelah mencuci mata dengan air sebanyak banyak
nya dan setelah itu segelah periksa ke
dokter mata
4.Tuliskan
persamaan reaksi kimia untuk reaksi
kimia yang terjadi bila sampel KCLO3 dipanaskan ?
JAWAB:
5.Apa gunanya MNO2 yang di tambah kan pada KCLO3
sebelum di panaskan ?
JAWAB:
Sebagai
katalisator yang mempercepat laju reaksi zat tersebut walupun MNO2 tidak ikut
bereaksi
6.Tuliskan
kegunaan KCLO3 dalam industri ?
JAWAB:
-Pupuk
HCL
-Bidang
farmasi
-Pelapis
korek api pada pembuatan korek api
-Kembang
api
-Bahan
peledak
Pertanyaan pasca
praktek
A.Pengamatan
ilmiah
1.Benar(B) atau salah (S) –kah pernyataan ini
?
a.Kaca mata pelindung tidak berguna bagi
pekerja di laboraturium
b.Semua bahan kimia di anggap berbahaya
c.Semua reaksi yang menggunakan bahan
kimia yang mengiritasi kulit atau berbahaya ,harus di
lakukan di lemari asam
d.Bila menyisipkan pipa kaca atau
thermometer ke dalam gabus ,gunakan bahan pelumas mesin
motor.
e.Buang lah sisa reagen cair ke dalam bak
cuci dan siram denagn air yang banyak.
2.sesudah
menyelesaikan percobaan dan memeriksa data,apalagi yang perlu anda kerjakan
?Membereskan dan membersihkan alat-alat partikum yang sudah di gunakan dan juga
membersihkan tempat pratikum kemudian membuat laporan sementara setelah itu
barulah membuat laporan pratikum.
3.Anda
di beri 9 keping unag logam dan sebuah neraca palang salah satu keeping lebih
ringan dari delapan lainnya yang bobotnya sama .bagaimana anda menetapkan
kepingan mana yang ringan hanya dengan melakukan dua kali penimbangan ? dengan
melakukan penafsiran dan juga dengan melakukan perhitungan rata-rata di
hasilkan hasil yang akurat.
B.Stoikiometri
: Penguraian KCLO3
1.Gas oksigen sedikit larut dalam air ,Apakah
keadaan ini akan mempengaruhi jumlah KClO3 yang terurai dalam campuran yang
sudah anda laporkan ?jelaskan
Ya,apabila
gas O2 sedikit larut dalam air maka O2 akan lebih banyak bercampur dalam KCl di
mana mol KClO3 terpengaruh oleh nilai MrO2.
2.a.bila
ketinggian air di luar tabung reaksi pengumpul gas lebih tinggi dari pada yang
di luar apakah ini di sebabkan oleh tekanan gas o2 lebih tinggi tau lebih
rendah dari pada tekanan udara ? jelaskan
Tekanan
O2 lebih kecil dari tekanan udara karena tekanan O2 di tabung reaksi pengumpul
gas di pengaruhi oleh suhu dan volume air
sehingga semakin tinggi volum semakin kecil tekana O2 dari pada tekanan
udara
b.Bila anda menyetarakan tekanan gas pada
pertanyaan za apakah volume gas O2 bertambah atau berkurang ?
Berkurang
,karena semakin tinggi tekanan O2 maka volume gas O2 semakin berkurang dengan
persamaan gas ideal : PV = nRT = P V
=nRT/P
c.Andaikan anda tidak menyetarakan tekanan
tetapi mengambil tekanan O2 sama dengan tekanan udara luar.apakah jumlah mol O2
yang timbul lebih besar atau llebih kecil dari pada yang sebenarnya ? jelaskan
Lebih
besar karena tekanan udara lebih besar sehingga mol O2 bertambah ,semakin
tinggi tekanan semakin besar nilai molnya .
3.
Bila udara memasuki tabung reaksi pengumpul gas ,bagaimana hal ini dapat
mempengaruhi jumlah mol KClO3 yang terurai ? jelaskan ?
Udar
yang memasuki tabung reaksi pengumpul reaksi gas itu adalah bagian dari KCLO3
yang terurai